Pemerintah Kalsel dan BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi 2.500 Titik Api

- Jumat, 17 Juli 2026 | 05:25 WIB
Pemerintah Kalsel dan BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi 2.500 Titik Api
PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak 15 Juli 2026 untuk menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Langkah ini diambil setelah ribuan titik api terpantau di sejumlah kabupaten dan kota, dengan status siaga darurat karhutla diberlakukan di empat wilayah. Operasi yang berlangsung hingga sepekan ke depan itu menggunakan pesawat jenis Cesna bantuan BNPB, dan diharapkan mampu memicu hujan buatan di titik-titik kritis.

Hujan Buatan Mulai Turun di Banjarbaru

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra, mengungkapkan bahwa hasil awal OMC sudah mulai terasa. "Kalsel mendapat bantuan dari BNPB untuk kegiatan OMC. Alhamdulillah, kemarin sudah ada hujan di wilayah Kota Banjarbaru. Kita harapkan OMC ini dapat membantu mengatasi karhutla," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026. Hujan tersebut, meski belum merata, menjadi tanda awal yang menggembirakan di tengah kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel. Tim di lapangan terus memantau pergerakan awan untuk menyemai garam higroskopis secara tepat sasaran.

Sebaran Titik Api Hampir 2.500

Data Pusdalops BPBD Kalsel per Kamis, 16 Juli 2026, menunjukkan titik api tersebar hampir di seluruh penjuru provinsi. Hingga saat itu, terpantau hampir 2.500 titik api, dengan laporan karhutla masuk dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, dan Hulu Sungai Selatan. Kondisi ini mendorong pemerintah provinsi menetapkan status siaga darurat karhutla di tiga kabupaten, yakni Barito Kuala, Tapin, dan Tanah Bumbu. Langkah antisipatif juga disiapkan jika situasi memburuk. "Selain OMC, Kalsel juga telah mengusulkan penanganan karhutla melalui udara atau water bombing kepada BNPB apabila kondisi karhutla semakin parah," jelas Roni.

Prioritas Penanganan di Tiga Ring

Penanggulangan karhutla di Kalsel dibagi dalam tiga wilayah prioritas yang disebut ring. Ring 1 mencakup Kota Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, sebagian Barito Kuala (Batola), dan sebagian Tanah Laut. Wilayah ini menjadi fokus utama karena di dalamnya terdapat Bandara Internasional Syamsudin Noor. "Fokus utama berada di ring 1 karena memiliki objek vital Bandara Internasional Syamsudin Noor, agar jika terjadi karhutla dapat teratasi dengan cepat dan tidak mengganggu penerbangan," tutur Roni. Sementara itu, ring 2 meliputi daerah yang lebih ke utara seperti sebagian Batola, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, hingga Tabalong. Untuk ring 3, mencakup Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru. Pembagian ring ini memudahkan koordinasi antara BPBD provinsi dan kabupaten/kota dalam mendistribusikan sumber daya, terutama personel dan peralatan pemadaman. Di lapangan, petugas gabungan dari TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus melakukan patroli serta pembasahan lahan gambut secara manual. Cuaca panas dan angin kencang dalam beberapa pekan terakhir menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan dimulainya OMC dan kesiapan water bombing, harapan untuk mengendalikan api sebelum meluas ke pemukiman dan lahan produktif masih terbuka lebar.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar