Kemenag dan PU Percepat Revitalisasi Madrasah, Lombok Jadi Prioritas pada 2026

- Jumat, 17 Juli 2026 | 06:25 WIB
Kemenag dan PU Percepat Revitalisasi Madrasah, Lombok Jadi Prioritas pada 2026
PARADAPOS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Sekretariat Presiden mempercepat pelaksanaan Program Hasil Tindak Cepat (PHTC) untuk merevitalisasi madrasah di Indonesia. Program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan komitmen penuh untuk memaksimalkan program tersebut dengan memastikan data yang akurat dan terkini. Prioritas akselerasi pada Juli 2026 akan difokuskan di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fokus Revitalisasi di Lombok

Kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga bertujuan untuk memeratakan kualitas sarana dan prasarana pendidikan Islam di seluruh Indonesia. Secara spesifik, Kemenag bersama Kementerian PU telah menargetkan empat satuan pendidikan madrasah yang berada di dalam Kompleks Pondok Pesantren Ar Rasyidi Penimbung, Lombok, sebagai penerima prioritas revitalisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan dampak program terasa langsung di lapangan.

Komitmen dan Data Akurat

“Kami (Kemenag) berkomitmen penuh untuk memaksimalkan program (PHTC) revitalisasi madrasah (dari Presiden Prabowo) ini. Kami akan pastikan data akurat dan up to date,” ujar Kamaruddin Amin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Lebih lanjut, Kemenag juga membuka peluang peralihan revitalisasi sejumlah madrasah agar dapat langsung ditindaklanjuti secara taktis melalui Deputi Dukungan Program Presiden, Sekretariat Presiden. Ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam pelaksanaan program di lapangan.

Skema Inklusif untuk Masa Depan

Pemerintah tidak berhenti pada tahap ini. Ke depannya, ada rencana untuk merancang skema yang lebih inklusif. “Ke depannya, pemerintah bahkan berencana merancang skema inklusif dengan membuka keran pengajuan proposal revitalisasi secara langsung oleh satuan pendidikan melalui dinas atau tim terkait di daerah,” kata Kamaruddin Amin. Skema ini diharapkan dapat mempercepat proses dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi madrasah-madrasah di daerah untuk mendapatkan manfaat program.

Data Realisasi dan Target ke Depan

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyanyu Khodijah, memberikan gambaran lebih rinci. Dari total 2.120 madrasah yang diusulkan Kemenag, sebanyak 1.404 madrasah saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh Kementerian PU. Sementara itu, 853 madrasah lainnya telah menerima manfaat dari program ini. “Yang sudah (menerima manfaat) itu sebanyak 853 madrasah. Kemenag akan terus proaktif dan berkolaborasi untuk memastikan semakin banyak madrasah menerima manfaat PHTC ini,” jelasnya. Kemenag juga tidak menutup kemungkinan untuk menambah daftar madrasah baru yang akan dimasukkan ke dalam target PHTC Revitalisasi Tahun Anggaran 2027. Ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan program demi peningkatan kualitas pendidikan Islam di tanah air.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar