PARADAPOS.COM - Sekretaris Jenderal PP PBSI sekaligus Kepala Pelatnas Wilayah 2026, Ricky Soebagdja, melakukan kunjungan kerja ke Pelatwil Barat di Medan, Sumatera Utara, pada awal tahun ini. Kunjungan ini bertujuan memastikan program pembinaan atlet bulu tangkis di daerah berjalan selaras dengan standar nasional yang diterapkan di Pelatnas Cipayung. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi dan pengawasan rutin terhadap seluruh Pelatwil yang menjadi perpanjangan tangan pembinaan pusat.
Suasana di GOR Pancing Medan tampak sibuk ketika Ricky tiba. Ia tidak hanya menyaksikan langsung sesi latihan para atlet, tetapi juga berdialog dengan para pelatih. Kunjungan ini menjadi rangkaian dari monitoring dan evaluasi berkala yang dilakukan PP PBSI untuk memastikan kualitas pembinaan di setiap wilayah berjalan sesuai standar. Proses ini dinilai krusial agar regenerasi atlet berlangsung secara berkesinambungan dan tidak terputus.
Sinkronisasi Program dan Standardisasi Nasional
Program Pelatwil sendiri merupakan langkah strategis untuk mendesentralisasi pembinaan bulu tangkis di Indonesia. Sejak November 2025, program ini telah berjalan di dua wilayah: Medan sebagai Pelatwil Barat dan Surabaya sebagai Pelatwil Tengah. Hingga saat ini, Pelatwil Barat tercatat membina 12 atlet hasil seleksi yang menjalani program latihan secara terstruktur.
Kehadiran Ricky di Medan bukan sekadar formalitas. Ia didampingi oleh Slamet Soedarsono, Ketua Tim Kajian Pelatwil sekaligus Audit Internal PP PBSI, serta Wakil Bendahara Umum PP PBSI, Eddy Prayitno. Mereka meninjau langsung fasilitas dan program latihan yang dirancang untuk menjembatani potensi daerah dengan sistem pembinaan nasional.
Fasilitas dan Jam Terbang Atlet di GOR Pancing Medan
Di GOR Pancing Medan, para atlet tidak hanya berlatih setiap hari. Mereka juga difasilitasi dengan asrama dan diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kejuaraan nasional, termasuk Sirkuit Nasional (Sirnas). Kesempatan ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding, yang menjadi tolok ukur perkembangan hasil latihan.
Ricky menegaskan bahwa kesempatan bertanding merupakan bagian penting dalam pembentukan atlet. “Selain menjalani latihan setiap hari di GOR Pancing Medan, para atlet juga difasilitasi dengan asrama dan mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk Sirkuit Nasional. Pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena akan membentuk mental, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan hasil latihan. Kami berharap para atlet dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menuju level yang lebih tinggi,” ungkap Ricky.
Menjadi Jembatan Emas Menuju Pelatnas Cipayung
Dalam sesi pembekalan, Ricky mengingatkan para atlet bahwa Pelatwil adalah kesempatan emas. Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah karena program ini merupakan salah satu jalur utama menuju Pelatnas PBSI di Cipayung. Kepada para pelatih, ia berpesan untuk terus menjaga kualitas program latihan, melakukan evaluasi secara berkala, dan membangun komunikasi yang baik dengan atlet.
“Indonesia memiliki banyak talenta bulu tangkis yang tersebar di berbagai daerah. Tugas kami adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang berkualitas sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan suatu saat mampu menembus Pelatnas. Pelatwil menjadi jembatan yang menghubungkan potensi-potensi daerah dengan sistem pembinaan nasional yang terstruktur,” ujar Ricky.
Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu menambahkan, kunjungan ke setiap Pelatwil menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai standar. “Karena itu saya datang langsung ke Medan untuk melihat proses pembinaan, berdiskusi dengan para pelatih, sekaligus memberikan pembekalan kepada atlet dan pelatih. Kami ingin memastikan program latihan, evaluasi, hingga pembentukan karakter atlet berjalan selaras dengan sistem yang diterapkan di Pelatnas sehingga proses transisi atlet dari Pelatwil ke Pelatnas dapat berlangsung dengan baik,” kata Ricky.
Melalui pembinaan yang terintegrasi antara Pelatwil dan Pelatnas, PP PBSI optimistis akan semakin banyak atlet berbakat dari berbagai daerah yang mampu menembus level nasional hingga internasional. Keberadaan Pelatwil diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pembinaan bulu tangkis Indonesia yang berkelanjutan, merata, dan mampu melahirkan prestasi dunia.
Artikel Terkait
Kepala BNPB Tinjau Huntara di Flores Timur, Percepat Pembangunan 238 Unit Rumah Baru bagi Korban Erupsi Lewotobi
Kerangka Manusia Ditemukan Terkubur di Pinggir Pantai Lampung Selatan, Warga Geger
Kemensos dan Bank Mandiri Salurkan Bantuan Sablon serta Pelatihan Digital ke UMKM Desa Wisata Borobudur
MUI Gelar Forum Pimpinan Pesantren di Kampus Teknologi untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Digital