Kepala BNPB Tinjau Huntara di Flores Timur, Percepat Pembangunan 238 Unit Rumah Baru bagi Korban Erupsi Lewotobi

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:00 WIB
Kepala BNPB Tinjau Huntara di Flores Timur, Percepat Pembangunan 238 Unit Rumah Baru bagi Korban Erupsi Lewotobi
PARADAPOS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, pada Jumat, 17 Juli 2026, mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memantau dan mempercepat pemulihan jangka panjang bagi warga yang terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki. Dalam dialog langsung dengan masyarakat, Suharyanto mendengar keluhan dan aspirasi warga yang mendambakan kepastian relokasi ke Hunian Tetap (Huntap). Hasilnya, pemerintah daerah telah menetapkan tiga titik relokasi dan menyepakati percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk usulan penambahan 238 unit Huntap mandiri.

Dialog Langsung di Huntara: Aspirasi Warga Jadi Prioritas

Suasana di Huntara Desa Konga pagi itu terasa berbeda. Suharyanto, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Flores Timur, duduk berhadapan langsung dengan para pengungsi. Bukan sekadar seremoni, pertemuan itu menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan harapan mereka yang paling mendasar: keinginan untuk segera meninggalkan hunian sementara dan menempati rumah permanen. Pemerintah pusat dan daerah, menurut pantauan di lapangan, bergerak cepat merespons dinamika ini. Wakil Bupati Flores Timur, dalam kesempatan yang sama, mengumumkan tiga titik lokasi yang telah disepakati untuk relokasi. Lebih dari itu, percepatan pembangunan infrastruktur permukiman menjadi komitmen bersama.

Program Huntap Mandiri: Dari 12 KK Menuju 238 Unit Baru

Program Huntap mandiri, yang dibangun di atas tanah milik warga, sebelumnya hanya menyasar 12 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 11 unit rumah telah rampung dibangun. Satu KK lainnya sempat terkendala perubahan administrasi lahan, namun kini telah mengantongi persetujuan dan proses pembangunannya akan segera dimulai. Melihat keberhasilan tahap awal ini, semangat warga justru membuncah. Mereka mengusulkan penambahan sebanyak 238 unit Huntap mandiri baru. Usulan ini disambut positif oleh Suharyanto. Rencananya, pembangunan 238 unit tersebut akan dilakukan secara simultan, berbarengan dengan pembangunan kompleks Huntap utama yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP). “Kami mengapresiasi solusi partisipatif dari pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Pembangunan 238 unit huntap mandiri ini akan segera dibangun, semoga ini bersamaan dengan pembangunan huntap dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sehingga proses pemulihan warga terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki bisa selesai lebih cepat dan efektif,” ungkap Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Tinjau Pos Pemantauan: Aktivitas Gunung Masih Tinggi

Di hari yang sama, Kepala BNPB juga menyempatkan diri mendatangi Pos Pemantauan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Titehena. Di sana, ia mengecek langsung kondisi terkini dan perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Pemerintah pusat melalui BNPB, bersama pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur, menegaskan komitmen penuh untuk terus mendampingi warga. “Erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki hingga saat ini masih berlangsung. Berdasarkan laporan dari pos pemantauan gunungapi pada hari ini, sempat terjadi erupsi kurang lebih 800 meter dari kawah gunung, sehingga masyarakat dilarang mendekat ke arah gunung dalam radius 6-7 kilometer,” kata Suharyanto. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di tengah optimisme pembangunan hunian, kewaspadaan terhadap ancaman erupsi tetap harus dijaga.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar