PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 101 kilometer barat daya Pasaman Barat, dengan episenter pada koordinat 0,30 Lintang Selatan dan 99,01 Bujur Timur. Guncangan terjadi tepat pukul 07.50 WIB dengan kedalaman 19 kilometer, dan hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Pusat Gempa dan Parameter Teknis
Berdasarkan data awal yang dirilis BMKG, gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman hanya 19 kilometer. Pusat gempa berada di dasar laut, bukan di daratan, yang sedikit mengurangi potensi guncangan destruktif di permukiman. Koordinat episenter menunjukkan lokasi yang relatif terpencil dari pusat kota, yaitu sekitar 101 kilometer arah barat daya dari Kabupaten Pasaman Barat.
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa data yang dirilis merupakan hasil pengolahan cepat yang mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada publik. Parameter gempa masih sangat mungkin berubah seiring bertambahnya data dari stasiun seismograf di lapangan.
Pernyataan Resmi BMKG
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan data teknis gempa secara singkat.
"Gempa Mag:4.8, 18-Jul-2026 07:50:04WIB, Lok:0.30LS, 99.01BT (101 km BaratDaya PASAMANBARAT-SUMBAR), Kedlmn:19 Km," tulis BMKG dalam rilis yang diterima redaksi.
Pihak BMKG juga menekankan bahwa informasi ini bersifat sementara dan akan diperbarui jika terdapat perkembangan data lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Kondisi Terkini di Lapangan
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan yang masuk mengenai dampak kerusakan infrastruktur atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Tim siaga bencana di daerah setempat masih melakukan pemantauan dan belum mengeluarkan peringatan khusus. Guncangan magnitudo 4,8 umumnya terasa oleh sebagian warga di sekitar episenter, namun jarang menyebabkan kerusakan berarti pada bangunan yang kokoh.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun hingga saat ini belum ada aktivitas seismik signifikan yang tercatat setelah guncangan utama.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp50 Miliar dari Tan Kian dalam Kasus Asabri
Satpol PP Jakarta Utara Selidiki Video Viral Jasa Pijat Keliling India di Danau Sunter
Kebakaran Rumah di Cengkareng Diduga Akibat Korsleting, 15 Unit Damkar Dikerahkan
Pemukim Israel Serang Kota Sinjil di Tepi Barat, Wali Kota Sebut Aksi Teror Terorganisir