AS Serang Iran Balas Serangan Rudal di Yordania, Teheran Ancam Beri ‘Pelajaran Tak Terlupakan’

- Minggu, 19 Juli 2026 | 02:25 WIB
AS Serang Iran Balas Serangan Rudal di Yordania, Teheran Ancam Beri ‘Pelajaran Tak Terlupakan’
PARADAPOS.COM - Washington, 18 Juli 2026 – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran sebagai respons langsung atas serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania. Insiden sebelumnya itu menewaskan dua personel militer AS, menyebabkan satu orang hilang, serta melukai empat lainnya. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi ini bertujuan untuk memberikan hukuman cepat kepada Garda Revolusi Iran sekaligus melemahkan kemampuan Teheran dalam mengganggu lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Peringatan dari Teheran

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas. Beberapa saat sebelum pengumuman serangan terbaru AS, pemimpin tertinggi Iran mengeluarkan peringatan keras. Ia menyatakan Washington akan menghadapi “pelajaran yang tak terlupakan” apabila terus menyerang Republik Islam Iran. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa eskalasi konflik kemungkinan besar akan terus berlanjut. Pemerintah Iran pun mengambil langkah balasan dengan mengumumkan penghentian komitmennya dalam kesepakatan sementara yang baru ditandatangani sekitar satu bulan lalu. Kesepakatan tersebut sebelumnya dirancang untuk mengakhiri pertempuran secara permanen. “Langkah ini diambil karena Amerika Serikat dinilai telah melanggar komitmennya dalam perjanjian tersebut,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi.

Korban dan Dampak Langsung

CENTCOM mengonfirmasi bahwa dua personel yang gugur merupakan korban pertama militer AS akibat serangan langsung Iran sejak awal konflik. Empat personel lain yang mengalami luka-luka telah berhasil dievakuasi ke rumah sakit. Hingga saat ini, identitas korban tewas belum diumumkan secara resmi. Secara keseluruhan, sejak perang dimulai, sebanyak 16 personel militer AS dilaporkan tewas dan lebih dari 430 lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, Iran melaporkan dampak yang tak kalah berat. Sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan udara Amerika Serikat selama tiga pekan terakhir. Delapan korban di antaranya dilaporkan meninggal dalam serangan terhadap sebuah jembatan pada Jumat lalu.

Sasaran Serangan dan Kerusakan Infrastruktur

CENTCOM menjelaskan bahwa gelombang serangan terbaru menargetkan sejumlah titik strategis. Lokasi pengawasan, infrastruktur logistik militer, gudang senjata bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran menjadi sasaran utama operasi ini. Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa serangan udara AS juga menghantam fasilitas listrik dan desalinasi di Provinsi Hormozgan. Fasilitas desalinasi Bonji dilaporkan hancur total, memutus pasokan air bersih bagi sekitar 10.000 warga. Sementara itu, fasilitas serupa di Pulau Qeshm juga mengalami kerusakan parah.

Dampak Regional yang Meluas

Konflik ini tidak hanya berdampak pada Iran dan AS. Sejumlah negara di kawasan Teluk turut merasakan getarannya. Kuwait melaporkan bahwa fasilitas desalinasi air dan instalasi minyaknya terkena serangan Iran. Akibatnya, kebakaran terjadi dan sejumlah unit pembangkit listrik mengalami gangguan. Otoritas Kuwait bahkan sempat menutup wilayah udaranya akibat ancaman rudal yang membayangi. Di Irak, otoritas setempat mengaku berhasil menembak jatuh drone serang di wilayah Irbil. Yordania juga melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal Iran. Sementara itu, Bahrain dan Arab Saudi beberapa kali mengaktifkan sirene serangan udara sebagai langkah antisipasi. Situasi di lapangan masih terus berkembang. Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak AS maupun Iran mengenai langkah selanjutnya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar