PARADAPOS.COM - Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Haji Kelik, RT 04/RW 08, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu sore. Peristiwa yang diduga dipicu oleh api yang membakar tenda penyimpanan barang bekas ini menyebabkan satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang kehilangan tempat tinggal, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menerjunkan 18 unit armada dengan total 90 personel untuk menjinakkan si jago merah yang mulai membesar dari lantai dua rumah tersebut. Api Berkobar dari Lantai Dua Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 17.10 WIB ketika suasana sore di kawasan padat penduduk itu mendadak mencekam. Anak pemilik rumah berteriak histeris memberi tahu orang tuanya bahwa api telah membesar di lantai dua. Seketika, kepanikan melanda penghuni rumah dan warga sekitar yang berusaha menyelamatkan diri serta barang-barang berharga. Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian menjelaskan bahwa titik api pertama kali terlihat di bagian bangunan yang berfungsi sebagai saung atau gudang penyimpanan. “Menurut pemilik rumah, yang terbakar adalah saung yang menyimpan barang-barang tidak terpakai,” tuturnya. Dari sanalah api kemudian merambat dengan cepat ke bagian struktural rumah lainnya karena material bangunan yang mudah terbakar. Proses Pemadaman dan Penanganan Laporan warga mengenai insiden ini diterima petugas di posko Gulkarmat pada pukul 17.15 WIB, hanya lima menit setelah teriakan pertama kali terdengar. Respons cepat pun langsung dilakukan. “Awalnya, sekitar pukul 17.10 WIB, pemilik rumah mendengar teriakan anaknya bahwa telah terjadi kebakaran di lantai dua rumahnya. Pada saat itu, api sudah mulai membesar,” ungkap Syaiful menambahkan detail kronologi di lapangan. Operasi pemadaman resmi dimulai pada pukul 17.23 WIB. Sebanyak 18 unit mobil pemadam dikerahkan secara bertahap ke lokasi yang berada di permukiman padat tersebut. Para personel harus berjibaku melawan kobaran api yang cukup sulit ditaklukkan karena akses jalan yang sempit dan kondisi angin yang tidak menentu. Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang solid, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan dalam waktu sekitar setengah jam. “Selesai operasi pukul 17.53 WIB,” ujarnya. Dampak dan Kondisi Korban Meskipun api berhasil dijinakkan, dampak material yang ditimbulkan cukup signifikan. Satu unit rumah yang dihuni oleh satu keluarga dengan total tujuh jiwa dinyatakan tidak layak huni untuk sementara waktu. Seluruh isi rumah, termasuk barang-barang yang tersimpan di saung, dilaporkan hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar. “Korban jiwa atau korban luka, nihil,” imbuh Syaiful menegaskan kondisi terkini para warga yang terkena musibah. Pihak kepolisian dan kelurahan setempat dikabarkan telah mendata kerugian serta menyiapkan bantuan logistik bagi para korban yang kini mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Artikel Terkait
Rekor MURI: 1.708 Pohon Ditanam di IKN dalam Aksi Merdeka Bersama Alam
MDMC dan Lazizmu Aktifkan Pos Pelayanan untuk Warga Terdampak Gempa Flores di Manggarai Timur
Pemerintah Siapkan Live Streaming untuk Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Ini Jadwal Lengkapnya
Jakarta Bersiap ke HUT ke-81 RI: Lomba Tarik Bus hingga Rekayasa Lalu Lintas Warnai Ibu Kota