Kapolda Sumsel Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Siguntang Palembang

- Senin, 17 Agustus 2026 | 01:25 WIB
Kapolda Sumsel Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Siguntang Palembang

PARADAPOS.COM - Palembang, 17 Agustus 2026 — Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang, Palembang, Minggu malam (16/8). Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya, serta jajaran Forkopimda dan TNI-Polri. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan tugas generasi kini untuk mengisi kemerdekaan dengan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Mengenang Jasa Pahlawan, Meneguhkan Pengabdian Dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026), Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan amanat Kapolda tentang esensi peringatan ini. "Tugas generasi saat ini adalah menjaga semangat itu melalui pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan tindakan yang memberikan manfaat bagi sesama,” kata Nandang. Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, keikhlasan, persatuan, dan cinta Tanah Air yang diwariskan para pahlawan harus menjadi landasan bagi setiap personel Polri dalam menjalankan tugas. Semangat itu diwujudkan melalui pelayanan yang tulus dan profesional, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan perlindungan dan rasa aman. “Nilai keberanian, keikhlasan, persatuan dan cinta Tanah Air yang diwariskan para pahlawan harus menjadi semangat bagi seluruh personel Polri untuk terus memberikan pengabdian terbaik," ujarnya. Lebih dari Sekadar Seremoni Menurut Nandang, menghormati pahlawan bukan hanya dengan mengenang masa lalu, tetapi juga meneruskan nilai perjuangan melalui tugas dan tanggung jawab masing-masing. Apel Kehormatan dan Renungan Suci yang digelar Minggu malam itu menjadi penegasan bahwa penghormatan terhadap para pahlawan tidak berhenti pada upacara semata. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat akan nilai perjuangan, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu bangsa. Rangkaian upacara berlangsung sakral, dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan penyalaan obor induk oleh Inspektur Upacara, pembacaan Naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci, mengheningkan cipta, penyalaan obor keliling, pembacaan doa, hingga penghormatan terakhir. Suasana semakin terasa haru ketika lampu di sekitar kompleks TMP dipadamkan. Dalam keheningan malam, nyala obor menjadi satu-satunya penerang yang mengiringi penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur demi bangsa dan negara. Simbol 81 Tahun Kemerdekaan Sebanyak 81 anggota Kwartir Daerah Pramuka Sumatra Selatan dilibatkan sebagai petugas obor keliling. Jumlah ini bukan tanpa makna—angka tersebut merepresentasikan 81 tahun usia kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membawa pesan pentingnya mewariskan semangat perjuangan kepada generasi penerus. Turut hadir dalam upacara tersebut Gubernur Sumatra Selatan H. Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan, pejabat TNI-Polri di wilayah Sumatera Selatan, jajaran Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, serta peserta upacara dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan ASN Pemprov Sumsel.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar