Pertemuan Trump dan Xi Jinping: Ekspektasi dan Realita Ketegangan AS-China
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping bersiap untuk pertemuan bilateral pertama mereka sejak 2019. Pertemuan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan sengit antara kedua negara adidaya, meskipun ekspektasi terhadap pencapaian kesepakatan substansial masih rendah.
Gambaran Kesepakatan AS-China
Menurut laporan terbaru, kesepakatan yang diantisipasi lebih berfokus pada pencegahan eskalasi ketegangan di masa depan daripada menyelesaikan perang dagang yang dimulai selama masa jabatan pertama Trump. Beberapa poin kunci yang dibahas termasuk rencana China memberlakukan kontrol ekspor ketat terhadap logam tanah jarang mulai 1 Desember.
Analisis Para Ahli Terhadap Pertemuan Trump-Xi
Deborah Elms, Kepala Kebijakan Perdagangan di Hinrich Foundation Singapura, menyatakan ekspektasi sederhana untuk pertemuan ini. "Apa pun yang terjadi minggu ini, kita belum melihat berakhirnya ketegangan ekonomi, ancaman tarif, kontrol ekspor, dan penggunaan tuas tidak biasa seperti aturan digital," ujarnya kepada Al Jazeera.
Langkah-Langkah Konkret yang Diharapkan
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan dalam wawancara media bahwa China diperkirakan akan:
- Menunda pembatasan ekspor logam tanah jarang
- Meningkatkan pembelian kedelai AS
- Meningkatkan kerja sama pencegahan aliran bahan kimia fentanil
- Menandatangani kesepakatan TikTok yang telah difinalisasi
Statistik Perdagangan AS-China Terkini
Perdagangan antara kedua negara menunjukkan penurunan signifikan:
- Ekspor China ke AS turun 27% pada September
- Impor China dari AS turun 16%
- Tarif rata-rata AS atas barang China mencapai lebih dari 55%
- Pungutan China atas produk AS sekitar 32%
Prospek Hubungan AS-China ke Depan
Wang Wen, Dekan Institut Chongyang untuk Studi Keuangan di Universitas Renmin China, memprediksi gesekan berkelanjutan antara kedua negara. "Kontradiksi struktural antara China dan Amerika Serikat belum terselesaikan," tegasnya.
Shan Guo dari Hutong Research menambahkan bahwa de-eskalasi fundamental tidak mungkin terjadi mengingat lingkungan politik di AS. Inti kesepakatan antara Trump dan Xi lebih tentang menghindari eskalasi daripada resolusi mendalam.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Ujian Berat di Markas Pemuncak Klasemen Borneo FC
KPK Ungkap Bupati Cilacap Perintahkan Pengumpulan Dana THR Rp515 Juta untuk Forkopimda
Gerindra Siapkan Insentif Rp 10 Juta bagi Pelapor Penyelewengan Solar Subsidi
Chelsea Tumbang di Kandang, Ambisi Liga Champions Terhambat