Israel Lancarkan Serangan Mematikan ke Gaza, Langgar Gencatan Senjata
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara mematikan di Jalur Gaza, meskipun sebelumnya menyatakan akan kembali mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Serangan terbaru ini terjadi di Beit Lahiya, Gaza Utara, dan menewaskan setidaknya dua orang menurut laporan Rumah Sakit Al Shifa.
Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel
Serangan ini menandai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Sehari sebelumnya, Israel melakukan serangan besar-besaran yang menewaskan sedikitnya 104 orang, menjadikannya serangan paling mematikan sejak gencatan senjata dimulai.
Klaim Israel vs Kondisi di Lapangan
Pasukan Israel mengklaim serangan mereka menargetkan lokasi penyimpanan senjata yang dianggap mengancam keselamatan pasukannya. Namun, serangan ini justru terjadi ketika warga Gaza mulai mencoba membangun kembali kehidupan mereka setelah periode gencatan senjata.
Trauma Berkelanjutan Warga Gaza
Menurut laporan Al Jazeera, serangan terbaru ini menimbulkan trauma baru bagi penduduk Gaza. Khadija Al Husni, pengungsi yang tinggal di sekolah kamp Shati, mengungkapkan betapa sulitnya kondisi anak-anak yang mengira perang sudah berakhir.
"Ini kejahatan. Entah ada gencatan senjata atau perang, tidak mungkin keduanya. Anak-anak tidak bisa tidur. Mereka mengira perang sudah berakhir," ujarnya menggambarkan kondisi psikologis warga sipil di Gaza.
Artikel Terkait
Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Israel di Kamp Pengungsi Bureij
Jerman Kunci Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading
BAZNAS dan Ponpes Al Fath Berangkatkan 18 Dai ke Pulau Buru untuk Bina Mualaf di Wilayah 3T
Wapres AS JD Vance ke Swiss untuk Negosiasi Nuklir Iran dan Gencatan Senjata Lebanon