PMI Bangka Barat Dirikan Posko Kesehatan 24 Jam untuk Pemudik di Pelabuhan Mentok

- Senin, 16 Maret 2026 | 17:25 WIB
PMI Bangka Barat Dirikan Posko Kesehatan 24 Jam untuk Pemudik di Pelabuhan Mentok

PARADAPOS.COM - Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka Barat mendirikan posko layanan kesehatan gratis di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok. Posko yang beroperasi selama dua pekan ini bertujuan memberikan pemeriksaan medis dasar dan penanganan awal bagi ribuan pemudik yang akan menggunakan kapal penyeberangan, guna memastikan perjalanan mereka lebih aman dan terkendali dari segi kesehatan.

Layanan Kesehatan Menyambut Pemudik

Posko kemanusiaan PMI tersebut akan aktif melayani masyarakat mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, bertepatan dengan periode perjalanan mudik yang paling padat. Lokasinya yang strategis di area pelabuhan diharapkan dapat menjadi titik bantu pertama yang mudah diakses, baik bagi penumpang yang akan berlayar maupun warga sekitar. Layanan ini merupakan bentuk antisipasi terhadap berbagai keluhan kesehatan yang kerap muncul akibat kelelahan selama perjalanan jauh.

Mengutip penjelasan Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat, dr. Yovita Sari Metkono, fasilitas yang disediakan cukup komprehensif untuk skala pemeriksaan dasar. "Pelayanan yang kami sediakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, hingga kolesterol. Kami juga memberikan pengobatan sederhana untuk keluhan-keluhan yang sering muncul saat perjalanan, seperti gangguan lambung, demam, dan keluhan ringan lainnya," tuturnya pada Senin, 16 Maret 2026.

Kesiapan Penuh dan Akses 24 Jam

Lebih dari sekadar posko statis, PMI Bangka Barat juga menyiagakan armada ambulans yang siap beroperasi penuh selama 24 jam. Langkah ini diambil khusus untuk mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat medis yang memerlukan rujukan cepat ke fasilitas kesehatan lebih lengkap. Meski jam operasional standar posko adalah pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, akses bantuan tetap terbuka kapan saja melalui nomor kontak darurat yang disediakan.

Pendekatan proaktif atau 'jemput bola' ini dinilai krusial. Banyak pemudik yang kerap mengabaikan kondisi kesehatannya karena fokus pada perjalanan. Pemeriksaan sederhana di titik embarkasi seperti pelabuhan dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini.

Dr. Yovita menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah keselamatan perjalanan. "Diharapkan dengan adanya posko ini, para penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik dapat mengetahui kondisi kesehatannya terlebih dahulu, sehingga perjalanan lancar tanpa kendala dan sampai di tujuan dengan selamat," pungkasnya.

Kehadiran posko kesehatan semacam ini telah menjadi pemandangan rutin di berbagai titik mudik, mencerminkan upaya kolaboratif untuk menekan angka insiden kesehatan selama momen tahunan yang padat. Bagi pemudik yang melintasi Pelabuhan Tanjung Kalian, layanan ini diharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan di tengah hiruk-pikuk perjalanan pulang kampung.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar