PARADAPOS.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memproyeksikan puncak arus mudik di Jalur Nagreg akan terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Prediksi ini disampaikan menyusul analisis pergerakan kendaraan dan kebijakan cuti bersama yang panjang, yang diharapkan dapat mendistribusikan kepadatan perjalanan masyarakat yang menuju ke wilayah seperti Tasikmalaya, Garut, hingga Jawa Tengah.
Analisis Pergerakan dan Prediksi Puncak
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, menjelaskan bahwa durasi libur yang cukup panjang memberikan fleksibilitas bagi pemudik dalam menentukan waktu kepulangan. Meski begitu, analisis pola pergerakan mengarah pada satu kesimpulan.
“Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus balik terjadi pada H-1 Lebaran,” jelas Ruddy di Kabupaten Bandung, Senin (16/3/2026).
Antisipasi Kemacetan dengan Rekayasa Lalu Lintas
Meski memprediksi adanya puncak arus, pihak Dishub memperkirakan kepadatan di jalur legendaris ini tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya. Keyakinan ini didasari oleh efektivitas sejumlah langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas yang lebih matang serta kebijakan pendukung seperti layanan mudik gratis.
“Ini terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir,” tuturnya.
Gambaran Arus Kendaraan di H-5 Lebaran
Data lapangan mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak beberapa hari sebelum hari raya. Ruddy mengungkapkan, pada H-5 Lebaran, tepatnya hingga pukul 16.00 WIB, tercatat 44.701 unit kendaraan telah melintasi Jalur Nagreg dengan tujuan ke arah timur. Angka ini meningkat dari 36.950 unit yang tercatat dua jam sebelumnya.
Pola peningkatan tersebut, menurut pengamatan petugas di lapangan, umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Sementara pada siang hari, kondisi lalu lintas dilaporkan masih relatif ramai namun tetap lancar.
Imbauan Keselamatan bagi Para Pemudik
Di tengah optimisme akan kelancaran perjalanan, Dishub Kabupaten Bandung tetap mengingatkan pentingnya faktor keselamatan. Ruddy menekankan agar setiap pengemudi memastikan kondisi fisik yang prima dan kelayakan kendaraan sebelum menempuh perjalanan jarak jauh.
Ia juga menyampaikan saran strategis dengan memanfaatkan durasi libur yang panjang. Pesan ini disampaikan untuk mengajak masyarakat lebih bijak mengatur waktu perjalanan.
“Selain itu, masyarakat juga kami sarankan memanfaatkan waktu mudik lebih awal mengingat masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang dengan adanya cuti bersama sebelum hari H pada 21 Maret,” pesannya.
Artikel Terkait
BI Perluas Layanan Tukar Uang Baru di Jalur Mudik Jelang Idulfitri 2026
Jerman Tegas Tolak Seruan Trump untuk Amankan Selat Hormuz
Jadwal Imsak Jakarta 17 Maret: Sahur Hingga Pukul 04.32 WIB
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Rencana Perppu untuk Lebarkan Batas Defisit 2026