Mendag Pastikan Harga Pokok Stabil Jelang Lebaran, Pantau 550 Pasar

- Senin, 16 Maret 2026 | 02:50 WIB
Mendag Pastikan Harga Pokok Stabil Jelang Lebaran, Pantau 550 Pasar

PARADAPOS.COM - Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah menyatakan harga sejumlah komoditas pokok seperti cabai, daging ayam, dan minyak goreng kemasan Minyakita masih dalam kondisi stabil. Pernyataan ini disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso usai melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pasar, termasuk Pasar Rawasari di Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Pemantauan harga secara ketat akan terus dilakukan hingga hari raya untuk memastikan stabilitas di tingkat konsumen.

Pemantauan Ketat Jelang Puncak Arus Belanja

Dalam kunjungan kerjanya, Mendag Budi Santoso mengaku telah memantau pergerakan harga melalui sistem digital dan turun langsung ke 550 titik pasar di berbagai daerah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipasi kenaikan harga yang kerap terjadi saat mendekati Lebaran. Di lapangan, suasana pasar terlihat ramai oleh pembeli, meski aktivitas sebagian pedagang sudah mulai berkurang karena mudik.

“Banyak yang harganya masih stabil, seperti ayam ya, kemudian bawang merah, cabai, Minyakita juga relatif stabil. Jadi kita terus akan melakukan pemantauan harga sampai Lebaran,” tutur Budi saat ditemui di lokasi.

Rincian Harga Komoditas Utama

Secara detail, pemerintah melaporkan bahwa harga daging ayam saat ini masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) di level Rp40.000 per kilogram. Sementara untuk daging sapi, harganya bervariasi antara Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram, yang menurut pemerintah masih berada dalam koridor HAP yang ditetapkan.

“Ada [daging sapi] yang Rp140.000 per kilogram, ada yang juga Rp150.000 per kilogram, jadi sebenarnya HAP-nya Rp140.000 per kilogram itu. Tapi ada yang Rp150.000 per kilogram, artinya masih sesuai dengan harga acuan penjualan tertinggi,” jelasnya.

Pada komoditas bumbu dapur, harga cabai merah keriting dilaporkan sekitar Rp40.000 per kilogram, masih dalam rentang HAP nasional. Namun, ada catatan untuk komoditas lain yang mengalami tekanan harga.

“Cabai rawit tadi ada yang naik sedikit. Cabai rawit, telur juga naik sedikit ya tapi tidak terlalu tinggi,” ujarnya menambahkan.

Untuk bawang merah, harga berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga Minyakita dilaporkan stabil di angka Rp15.700 per liter, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah juga mencatat adanya penurunan harga rata-rata minyak goreng merek tersebut di tingkat nasional.

Mekanisme Pengawasan dan Jaminan Pemerintah

Guna mengantisipasi gejolak, Kementerian Perdagangan mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dijalankan oleh petugas di daerah. Sistem ini memungkinkan pemantauan harian dan respons cepat jika terdeteksi anomali harga.

“Nanti kami bisa monitor melalui sistem. Sistem kalau misalnya harga naik, kita langsung koordinasi dengan pemerintah daerah, dengan Satgas Pangan, dengan kementerian/lembaga teknis dan dengan pemasok atau distributor,” imbuh Budi Santoso.

Dia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga, terutama di momen penting seperti Lebaran.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah akan menjamin ketersediaan pangan pokok dan harga yang stabil ya,” terangnya.

Perspektif dari Tingkat Ritel: Kenaikan Tipis Mulai Terasa

Meski pemerintah menyatakan stabilitas, pantauan di tingkat pedagang pasar mengungkapkan cerita yang sedikit berbeda. Beberapa komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga, meski dalam skala yang belum drastis.

Hendra Kurniawan, seorang pedagang telur, mengaku harga telur biasa kini berkisar Rp32.000 per kilogram. Kenaikan sekitar Rp1.000 telah terjadi sejak sebelum Ramadan. Dia memperkirakan harga masih mungkin naik, namun stok dinilai masih mencukupi.

Kenaikan lebih signifikan terlihat pada cabai rawit. Menurut pedagang cabai Samsul Bahari, harganya kini mencapai Rp130.000 per kilogram, naik dari posisi Rp100.000 per kilogram sebulan sebelumnya. Faktor cuaca di sentra produksi diduga menjadi penyebabnya.

Komoditas beras juga tidak luput dari tekanan harga. Menurut Salam, pedagang beras, harga mengalami kenaikan Rp500 hingga Rp1.000 per liter dalam dua pekan terakhir. Pola kenaikan tahunan jelang Lebaran, menurutnya, wajar terjadi.

Pandangan serupa disampaikan pedagang daging sapi, Darsa. Harga daging sapi untuk bagian pilihan sudah menyentuh Rp150.000-Rp160.000 per kilogram. Dia bahkan memperkirakan potensi kenaikan lagi mendekati hari H.

“Bisa jadi kemungkinan [naik mendekati Lebaran]. Selalu begitu, biasanya 2 hari lagi 3 hari lagi lebaran pasti naik lagi. Bisa naik Rp10.000 lagi, bisa sampai Rp170.000 per kilogram,” pungkasnya.

Dengan demikian, meski pemerintah menyatakan kondisi terkendali, kewaspadaan terhadap dinamika harga di tingkat pasar ritel tetap diperlukan menjelang puncak musim belanja Lebaran.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar