Namun, ia mengingatkan publik pada catatan sejarah Projo yang pernah "ngambek" dan mengancam bubar. Saat itu, ancaman bubar berakhir setelah Ketua Umumnya, Budi Arie Setiadi, diangkat menjadi Wakil Menteri Desa.
"Orang mungkin pikir Projo lagi ngambek. Menurut saya enggak, pasti orang-orang Projo tahu bahwa mereka harus berterima kasih pada Jokowi," tegas Hensat.
Analis politik ini juga mengingatkan soal kepiawaian Jokowi yang telah dikenal dalam berbagai manuver politik. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa langkah Projo ini murni sebuah strategi yang terencana.
"Bisa jadi seolah-olah dibuat mereka berpisah. Padahal itu adalah sebuah strategi untuk memperkuat ide Jokowi sebelumnya, yaitu mendukung Prabowo-Gibran untuk dua periode," pungkas Hendri Satrio.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Tanggapi Kritik Haji Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab
Anies Baswedan Viral Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Respons Santainya Tuai Pujian
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo - Pernyataan Tegas Presiden