Salah satu fokusnya adalah kawasan Halmahera Timur yang diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi nikel nasional. Di sana akan dibangun pabrik pengolahan baterai yang berbasis hasil smelter nikel mentah dari Halmahera Tengah, Timur, dan Selatan.
Dampak Kerusakan Lingkungan dan Ancaman Pangan
Astuti yang juga merupakan Manajer Program WALHI Maluku Utara membeberkan dampak aktivitas tambang terhadap sumber pangan dan ekosistem. Di kawasan Wasile, Halmahera Timur, yang dikenal sebagai lumbung padi Maluku Utara, lahan sawahnya terancam akibat dugaan pencemaran irigasi oleh aktivitas tambang.
Tak hanya sawah, banyak pohon sagu di wilayah Halmahera juga dilaporkan hilang akibat ekspansi tambang dan pencemaran sumber air.
Desakan Moratorium Tambang Bermasalah
Merespons kondisi ini, Astuti mendesak pemerintah pusat dan DPR untuk mendorong moratorium, bahkan penutupan terhadap perusahaan tambang bermasalah di Provinsi Maluku Utara.
“Jadi sebelum bicara jalan baru, pemerintah seharusnya berani hentikan dulu aktivitas tambang yang bermasalah. Kalau tidak, pembangunan infrastruktur apa pun akan terus jadi alat legitimasi bagi ekspansi industri ekstraktif,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Tanggapi Kritik Haji Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab
Anies Baswedan Viral Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Respons Santainya Tuai Pujian
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo - Pernyataan Tegas Presiden