Prabowo Juluki Dasco 'Don Si Kancil' dan Ingatkan Kader: Manusia Mati Meninggalkan Nama
Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan penting dengan seluruh jajaran eksekutif dan legislatif partai di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, pada Sabtu (8/11/2025). Acara yang dihadiri kader dengan seragam safari putih dan kopiah hitam ini diwarnai momen keakraban yang menarik.
Prabowo secara khusus menyapa Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dengan sebutan yang tidak biasa. Ia memanggil Dasco dengan julukan "Don" dan "Si Kancil", yang tampaknya telah populer di kalangan internal partai.
Asal Usul Julukan 'Don Si Kancil' untuk Dasco
"Wakil Ketua DPR RI soalnya nih, Don," ucap Prabowo memulai sapaannya. Prabowo kemudian menjelaskan bahwa julukan tersebut berasal dari pengakuan publik. "Rakyat memberi namanya don, profesor, doktor, insinyur, Don Sufmi Ahmad Dasco alias Si Kancil," jelasnya di hadapan para kader.
Mendengar sapaan itu, Dasco hanya membalas dengan senyuman. Momen ini menunjukkan hubungan dekat dan dinamika internal Partai Gerindra di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Pesan Filosofis Prabowo: Warisan Nama Baik untuk Rakyat
Di balik keakraban tersebut, Prabowo menyampaikan pesan filosofis yang dalam tentang kepemimpinan dan warisan. Mengutip peribahasa, ia menekankan pentingnya meninggalkan nama baik melalui pelayanan kepada rakyat.
"Gajah meninggal meninggalkan gading. Harimau meninggal, mati, meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama," tegas Prabowo. Pesan ini ia sampaikan untuk mengingatkan seluruh kader Gerindra tentang amanah jabatan dan kekuasaan.
Arahan Konkret untuk Kader Gerindra
Prabowo langsung mengaitkan pesan filosofisnya dengan tugas nyata. Ia meminta seluruh kader tidak lelah bekerja untuk rakyat dan aktif mendukung program prioritas pemerintah. Salah satu program yang secara spesifik disebutkan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan janji kampanye utamanya.
"Lebih baik kita dikenang karena membela rakyat. Lebih baik dikenang membawa Indonesia sejahtera, dikenang memberi makan semua anak-anak dan ibu hamil seluruh Indonesia," tegas Prabowo. Ia menegaskan bahwa warisan terbaik seorang pemimpin adalah jejak kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya untuk generasi mendatang.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Prabowo Subianto dan Partai Gerindra untuk fokus pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat, dengan meninggalkan warisan nama baik sebagai tujuan akhir.
Artikel Terkait
Roy Suryo Soroti Tiga Masalah Besar yang Dihadapi Ahli Forensik Rismon
Susi Sindir Imbauan Bahlil Soal Kompor: Ketahuan Ndak Pernah Masak
Partai Demokrat Tegaskan Anies Tamu Tak Diundang di Halalbihalal SBY
Dokter Tifa Bantah Mundur, Siap Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi