Rocky Gerung melanjutkan analisisnya dengan menyoroti akar permasalahan. Menurut dia, situasi ini terjadi karena NU yang memiliki basis nilai religiusitas yang kuat, akhirnya tergoda oleh praktik pragmatisme, termasuk dalam ranah politik dan bisnis.
"Organisasi yang didirikan dengan basis nilai yang kuat itu, akhirnya terseret, harus terlibat karena panggilan suasana atau panggilan situasi yang bersejarah itu dalam politik dan terakhir soal-soal bisnis," jelasnya.
Rocky Gerung menutup pernyataannya dengan mengatakan, "Jadi oke kita tunggu bagaimana evolusi dalam NU antara pikiran-pikiran akomodasionistik dan pikiran-pikiran pragmatik."
Polemik PBNU dan analisis para pengamat seperti Rocky Gerung terus menjadi perbincangan hangat, menandakan dinamika internal organisasi keagamaan yang kompleks.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Klarifikasi Peradi Bersatu
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029