Fahri Hamzah Tanggapi Anies Soal Global South: "Itu Omongan Prabowo Sudah Lama"
Politikus Partai Gerindra, Fahri Hamzah, memberikan respons terhadap pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai pentingnya persatuan negara-negara Global South. Anies menekankan bahwa dengan bersatu, negara-negara berkembang tidak akan mudah diintervensi oleh kekuatan besar dunia.
Menanggapi hal tersebut, Fahri Hamzah dengan tegas menyebut bahwa gagasan itu bukanlah hal baru. "Itu omongan Pak Prabowo yang sudah lama pak Anieesss," tulis Fahri dalam sebuah cuitan di platform X pada Jumat.
Komentar Fahri ini langsung memantik beragam reaksi dari warganet. Salah satu netizen menanggapi dengan pertanyaan kritis mengenai peran Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia di luar kerangka PBB.
Apa Itu Global South?
Istilah Global South merupakan pengembangan dari konsep "Negara Dunia Ketiga". Konsep ini merujuk pada wilayah-wilayah di luar kawasan Eropa dan Amerika Utara, yang umumnya mencakup negara-negara berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania.
Pentingnya Negosiasi Bersama Negara-Negara Menengah
Anies Baswedan lebih lanjut menjelaskan pandangannya. Menurutnya, jika negara-negara menengah hanya bernegosiasi secara sendiri-sendiri dengan negara besar, maka posisi mereka akan selalu lemah. Hal ini justru dapat memicu persaingan tidak sehat dan mengikis kedaulatan.
Anies menegaskan bahwa dunia saat ini telah berubah menjadi multipolar yang dinamis. Oleh karena itu, diplomasi Indonesia harus proaktif dan berperan sebagai jembatan, khususnya antara negara menengah Barat dan Global South yang telah lama merasakan ketidakadilan tatanan dunia.
"Di tengah dunia yang makin terpecah, justru negara-negara menengah punya kesempatan membentuk tatanan baru yang lebih adil. Syaratnya, harus berani bergerak bersama," pungkas Anies.
Prabowo Subianto dan Gagasan Global South
Sejarah mencatat bahwa Prabowo Subianto memang telah beberapa kali menyuarakan pentingnya peran Global South. Salah satunya adalah saat kunjungan kerjanya ke Turki pada April 2025. Di hadapan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Prabowo menegaskan tanggung jawab bersama sebagai pemimpin dari Global South untuk menjadi kekuatan positif dalam tatanan global.
Artikel Terkait
Kaesang Maju di Dapil Jateng V: Langkah Pembuktian Basis Jokowi dan Tantangan Langsung ke Puan Maharani
Survei SMRC dan Indikator: Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo di Simulasi Pilpres 2029
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Ketegangan dengan Menkeu soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Rudy Bantah Klaim Jokowi soal 54 Kali Temui PKL: Hanya Dua Kali Hadir