Said Didu Tuding Golkar Sepenuhnya Dikendalikan Jokowi Usai Bahlil Jadi Ketum

- Sabtu, 25 April 2026 | 11:25 WIB
Said Didu Tuding Golkar Sepenuhnya Dikendalikan Jokowi Usai Bahlil Jadi Ketum
PARADAPOS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait dinamika internal Partai Golkar. Ia menilai bahwa partai berlambang pohon beringin itu kini sepenuhnya berada dalam kendali Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sejak penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum. Tudingan ini muncul sebagai respons terhadap serangan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Said Didu menduga bahwa langkah Idrus Marham bukanlah sikap pribadi, melainkan bagian dari instruksi politik yang lebih besar.

Kronologi Serangan dan Dugaan Keterkaitan dengan Isu Ijazah

Menurut penuturan Said Didu, serangan Idrus Marham terhadap JK terjadi setelah tokoh senior asal Sulawesi Selatan itu meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya kepada publik. Permintaan itulah yang kemudian memicu respons dari kubu Golkar. Said Didu melihat pola yang jelas dalam peristiwa ini. “Golkar sudah dikendalikan oleh Jokowi sejak menempatkan Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar. Lihat saja serangan Waketum Idrus Marham ke Pak JK sejak Pak JK minta Jokowi tunjukkan ijazahnya,” ujar Said Didu, Jumat (24/4/2026). Ia pun menambahkan bahwa publik sudah cukup cerdas untuk membaca situasi ini. Menurutnya, tidak sulit melihat bahwa serangan tersebut merupakan arahan langsung dari Jokowi kepada Bahlil untuk menekan JK. “Publik paham bahwa itu adalah perintah Jokowi ke Bahlil untuk melakukan serangan kepada Pak JK,” lanjutnya.

Dinamika Politik yang Memanas

Pernyataan Said Didu ini tentu menambah suhu politik nasional yang tengah menghangat. Hubungan antara elite Partai Golkar dengan tokoh senior seperti JK memang selalu menjadi perhatian. JK selama ini dikenal memiliki pengaruh yang kuat di internal partai, dan serangan dari wakil ketua umum partai sendiri dianggap sebagai sesuatu yang tidak biasa. Suasana di lingkaran elite politik pun terasa semakin riuh. Di satu sisi, ada tekanan publik terhadap Presiden Jokowi terkait kejelasan ijazah. Di sisi lain, Partai Golkar yang selama ini menjadi salah satu pendukung utama pemerintah justru terlihat menyerang tokoh seniornya sendiri. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat politik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Partai Golkar maupun dari Joko Widodo terkait tudingan Said Didu tersebut. Namun, polemik ini diperkirakan akan terus bergulir. Sorotan publik terhadap isu ijazah Presiden dan dinamika internal partai politik diprediksi akan semakin tajam menjelang kontestasi politik mendatang.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar