1. Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan)
Raja Juli dinilai layak di-reshuffle karena pernah menjadi sorotan atas persoalan perizinan Hak Guna Usaha (HGU) dan lemahnya pengawasan dalam manajemen pengelolaan hutan. Kelemahan ini diduga berkontribusi terhadap bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Jadi, tidak memiliki komitmen kuat dalam menjaga hutan Indonesia. Selain itu, kompetensinya di bidang kehutanan dipertanyakan," tutur mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut.
2. Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM)
Bahlil dikritik karena dinilai terseret masalah pertambangan ilegal dan diduga membuka peluang bagi perusahaan swasta dari aktivitas tambang. Kompetensinya di bidang ESDM juga dipertanyakan.
"Bahlil juga kerap memunculkan kontroversi sehingga menjadi beban presiden," sebut Jamil.
Reshuffle Harus Berdasar Kinerja, Bukan Politik
Jamil menegaskan, jika acuan reshuffle adalah kinerja, maka Presiden Prabowo harus berani melakukan pergantian terhadap menteri yang juga menjabat sebagai ketua umum partai, seperti Bahlil dan Zulhas.
"Kalau hal itu dilakukan, barulah reshuffle akan dapat meningkatkan kinerja kabinet Prabowo," tutup Jamil.
Artikel Terkait
PSI Sebut Gibran Kandidat Kuat Pilpres 2029, Ini Modal Politik Langkanya
Buku Gibran End Game Akan Dibagikan ke Seluruh Anggota DPR dan DPD: Isi & Kontroversi
Advokat Ahmad Khozinudin Tolak Perdamaian Kasus Ijazah, Beberkan Dugaan SOP Adu Domba dari Solo
Fahri Hamzah Sindir Anies: Gagasan Global South Bukan Baru, Itu Omongan Prabowo!