PARADAPOS.COM - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengaku terkejut dengan penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di kantornya pada Kamis, 9 April 2026. Operasi tersebut terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Gedung Cipta Karya Kementerian PU pada periode 2023-2024. Menurut Dody, penggeledahan berlangsung lebih dari enam jam saat ia sedang menghadiri acara internal.
Respons Menteri dan Koordinasi dengan Istana
Menanggapi insiden tersebut, Menteri Dody menyatakan langsung mengambil langkah koordinasi. Ia menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan situasi yang terjadi di kementeriannya.
"Saya kemudian lapor kepada Pak Presiden. Saya mengatakan ke Pak Presiden 'Pak Saya izin kasih keleluasaan kepada penyidik untuk masuk ke ruangan siapa pun'. jadi supaya tidak ada kesan tebang pilih lah," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meski Presiden sedang berada di luar Jakarta saat itu, dukungan penuh tetap diberikan. "Pak Presiden kemarin tidak ada di Jakarta, tapi dia support," tutur Dody.
Prinsip Tidak Campur Tangan Proses Hukum
Dalam keterangannya, Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk tidak menghambat proses hukum. Ia menyatakan telah memberikan izin penuh kepada penyidik Kejati untuk melakukan tugasnya, namun dengan sengaja memilih untuk tidak mendalami detail kasus tersebut.
"Saya memang sengaja tidak mau tanya lebih detail karena sudah ranahnya penegak hukum. Jadi saya enggak mau terlibat jauh, mereka cuma minta izin untuk masuk ke ruangan," ujarnya lagi.
Pendekatan ini, menurutnya, penting untuk menjaga netralitas dan menghindari kesan intervensi terhadap penyelidikan yang sedang berjalan.
Latar Belakang Penggeledahan
Penggeledahan yang mengguncang lingkungan Kementerian PU ini didasari oleh laporan internal dari dua pejabat tinggi kementerian, yaitu Sekretaris Jenderal Wida Nurfaida dan Inspektur Jenderal Maulidya Indah Junica. Keduanya telah melaporkan dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan gedung tersebut kepada aparat penegak hukum, yang kemudian memicu penyelidikan lebih lanjut.
Meski mengaku kaget dengan kedatangan tim penyidik, Menteri Dody menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap proses hukum. Sikap ini mencerminkan upaya untuk menjaga kredibilitas institusi di tengah sorotan publik terhadap kasus ini.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Sebut Bahlil dan Purbaya Tak Paham Visi Prabowonomics
Kader PSI Sarankan Jusuf Kalla Nasihati Pihak yang Perpanjang Polemik Ijazah Jokowi
Presiden Prabowo: Indonesia Siap Beri Kejutan Dunia pada 2027
Misbakhun Kritik Wacana JK Naikkan Harga BBM: Data Dinilai Tidak Mutakhir