Sebelumnya, beredar kabar bahwa masjid yang berlokasi di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat tersebut rupanya dibangun menggunakan dana talangan.
Anggaran itu sendiri berasal dari dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan baru terkuak setelah hasil diskusi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan beberapa pejabat Pemprov Jabar ketika membahas perihal anggaran dan utang.
Adapun nominal yang dihabiskan untuk pembangunan Masjid Al Jabbar sebesar Rp 1,2 triliun, di mana sebagian dananya senilai Rp 207 miliar dipinjam dari PEN.
Sebelumnya, Pemprov Jabar mendapatkan bantuan pinjaman dari pemerintah pusat melalui PEN sebesar Rp 3,4 triliun.
Anggaran tersebut kemudian dipakai untuk beberapa proyek, salah satunya adalah pembangunan Masjid Al Jabbar.
Oleh karena itu, saat ini Pemprov Jabar tengah mencicil pembayaran pinjaman PEN dengan nominal Rp 500 miliar per tahun ke pemerintah pusat.
Nilai pembangunan masjid yang dirasa janggal oleh warganet membuat publik mendesak agar KPK turut melakukan audit pada proyek tersebut.
"Welcome back, peramal," komentar @joki*******_
"Masjid Al-Jabbar juga tuh perlu diaudit. Masa satu masjid doang sampe triliunan," tambah @fity***********
"Beliau ini bukan sembarang beliau," timpal @megum**********_
"Mumpung lagi jadi momen dan disorot, mendingan KPK ceknya yang bener. Sekalian itu Masjid Al Jabbar, mencurigakan banget," tulis @rosta*****
"Tetep kaget. Setiap kata yang keluar memang harus dicatat," sambung @steve********
"Dulu udah pernah diperingatkan ternyata," ujar @asak******
[VIDEO]: KlikLink
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Tanggapi Kritik Haji Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab
Anies Baswedan Viral Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Respons Santainya Tuai Pujian