Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua bentuk radikalisme bersifat negatif.
Beberapa gerakan sosial yang bersifat radikal mungkin bertujuan untuk mencapai perubahan positif dalam masyarakat.
Sayangnya, radikalisme juga dapat menjadi pintu gerbang terorisme.
Ketika pandangan radikal dipertemukan dengan keinginan untuk menyebarluaskan keyakinan dengan cara kekerasan, ini dapat mengarah pada tindakan terorisme.
Baca Juga: Tokoh Adat Berperan Wujudkan Kelancaran Pembangunan Papua
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaan antara radikalisme yang sah dan yang berpotensi membahayakan keamanan.
Penting untuk membangun kerjasama antara komunitas dan pemerintah dalam upaya mencegah radikalisme dan terorisme.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: manggarainews.com
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Klarifikasi Peradi Bersatu
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029