“Awal penyusunan kabinet Prabowo pun sarat dugaan kuat terkait utang politik kepada para rentenir pemilu. Ini membentuk simbiosis antara pengguna dan pemberi modal politik,” imbuh Sutoyo.
Ia menyayangkan sikap Presiden Prabowo yang menurutnya tak memberikan tanggapan serius terhadap surat delapan aspirasi dari para purnawirawan TNI.
Sebaliknya, Presiden justru kerap memanggil para bohir ke Istana dan masih menunjukkan kedekatan dengan Presiden sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi).
“Tak ada keberanian dari Presiden Prabowo untuk keluar dari jeratan rentenir politik. Yang ada hanyalah buih retorika, persis seperti yang dilakukan Jokowi sebelumnya. Kini, Prabowo terlihat hanya menjadi presiden bayangan yang masih dikawal oleh para bohir dan mantan presiden,” kata Sutoyo.
Ia juga menyoroti peran Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden yang menurutnya hanya bagian dari konsolidasi dinasti politik dan ekonomi para oligarki.
Dengan kondisi seperti itu, Sutoyo menyebut bahwa kecemasan di kalangan senior TNI sangat beralasan.
“Indikasi kuat menunjukkan bahwa Prabowo belum bisa lepas dari Jokowi dan cengkeraman kekuatan bayangan oligarki. Ini adalah sinyal serius untuk masa depan demokrasi dan kedaulatan rakyat Indonesia,” pungkas Sutoyo.
Sumber: SuaraNasional
Artikel Terkait
Retno Marsudi Dipanggil Prabowo, Warganet Rindu & Bandingkan dengan Menlu Sugiono
Roy Suryo Ungkap Bukti Baru Skripsi Jokowi Palsu: Analisis Foto & Gelar Profesor
Mahfud MD Ungkap Informasi ke Presiden Sering Tak Lengkap, Ini Langkah Prabowo
Analisis Lengkap: Makna Tersembunyi Dukungan Jokowi ke Prabowo-Gibran 2 Periode & Skenario 2029