Meski Jokowi sudah tidak lagi menjabat, Amien menilai mantan presiden itu masih terus mencampuri kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto.
“Selama tangan Jokowi dan kroni-kroninya dibiarkan meraja lela mencampuri kebijakan Presiden Prabowo, jalannya pemerintahan akan tersendat-sendat,” kritiknya.
Amien juga menyinggung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin Kaesang Pangarep, anak bungsu Jokowi, yang dinilainya mencoba mengadu domba untuk menjatuhkan Prabowo.
Dalam bagian lain, Amien Rais menyoroti kondisi kemiskinan Indonesia yang menurutnya sangat memprihatinkan.
Ia membandingkan standar garis kemiskinan BPS Indonesia (Rp20.000 per hari) dengan standar Bank Dunia (3 dolar AS atau sekitar Rp48.000 per hari).
“Kita ini negara yang betul-betul super miskin. Dengan Rp20.000 per hari kita dapat apa? Sementara 149 juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan, para komisaris pemakan gaji buta hidup serba kemewahan,” katanya mengkritik kesenjangan yang ada.
Di sisi lain, Amien memberikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memangkas habis honor dan tunjangan para komisaris.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintahan baru dalam mengatasi pemborosan anggaran negara.
Menutup pidatonya, Amien Rais mengajak bangsa Indonesia untuk berpikir “tegas, jelas, dan rasional” tanpa dicampuri kepura-puraan atau *falsehoods*.
“Kepura-puraan itu akan menjatuhkan bangsa kita ke dalam jurang yang tidak pernah bisa kita bayangkan,” pungkasnya.
Sumber: JakartaSatu
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Klarifikasi Peradi Bersatu
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029