Agar Tidak Hanya Jadi Pelengkap
Hensat menambahkan bahwa Gibran harus benar-benar berkecimpung dalam pemerintahan. Ia mendorong agar dibuatkan program-program khusus yang membuat wapres sibuk dengan tugas-tugas strategis, meskipun ada kemungkinan Presiden Prabowo Subianto enggan melibatkan wakil presiden secara penuh.
Founder lembaga survei Kedai Kopi itu menekankan bahwa peran Gibran harus melampaui sekadar simbolis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa anggaran negara yang dialokasikan untuk lembaga wakil presiden memberikan nilai dan manfaat yang nyata bagi pembangunan.
"Kalau cuma jadi pelengkap tanpa kontribusi nyata, itu sama saja buang-buang duit negara," tutup Hensat.
Artikel Terkait
Kontroversi Kelulusan Jokowi di UGM: Analisis 2 Pernyataan Berbeda Rektor Ova Emilia
Reshuffle Kabinet: Prabowo Ingin Lepas dari Geng Solo dengan Ganti Pratikno?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK Pratikno
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu