Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Tekan Utang Rp9.138 Triliun: Fokus pada Efisiensi dan Pacu Ekonomi

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:45 WIB
Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Tekan Utang Rp9.138 Triliun: Fokus pada Efisiensi dan Pacu Ekonomi

Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Turunkan Utang Pemerintah Rp9.138 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi khusus pemerintah untuk mengelola utang negara yang tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun per akhir Juni 2025. Langkah ini difokuskan pada efisiensi belanja anggaran dan percepatan pertumbuhan ekonomi.

Komposisi Utang Pemerintah Pusat

Total utang sebesar Rp9.138,05 triliun tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp7.980,87 triliun dan pinjaman sebesar Rp1.157,18 triliun. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 39,86 persen.

Dua Strategi Utama Pengurangan Utang

Purbaya menjelaskan dua strategi utama dalam kebijakan pengelolaan utang:

1. Efisiensi dan Efektivitas Belanja Anggaran

Pemerintah akan memastikan pengeluaran anggaran tepat sasaran, tepat waktu, dan tanpa kebocoran. "Anggarannya dibelanjakan tepat sasaran, tepat waktu, enggak ada kebocoran, optimalkan dampak anggaran ke perekonomian," tegas Purbaya.

2>Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Penerimaan Pajak

Efektivitas belanja diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat, yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan pajak. Peningkatan tax-to-GDP ratio menjadi target utama.

Target Tax-to-GDP Ratio dan Potensi Penerimaan

Purbaya menargetkan perbaikan signifikan pada rasio pajak terhadap PDB. Jika sektor riil berjalan optimal, diperkirakan dapat menaikkan tax ratio hingga 0,5-1 persen. Kenaikan satu persen setara dengan tambahan penerimaan minimal Rp100 triliun.

Dukungan Sektor Riil dan Target Pertumbuhan

Untuk mendukung strategi ini, Purbaya aktif melakukan kunjungan lapangan untuk menghilangkan hambatan di sektor riil. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada triwulan ini, dengan harapan bisa mencapai 6 persen.

Menteri Keuangan bahkan berjanji akan mentraktir media jika target pertumbuhan ekonomi 6 persen tercapai, menunjukkan optimisme pemerintah dalam mengelola perekonomian negara dan utang pemerintah.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar