Rupiah Menguat ke Rp 16.608, IHSG Malah Anjlok? Ini Sektor Penyebabnya!

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 03:25 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 16.608, IHSG Malah Anjlok? Ini Sektor Penyebabnya!
Rupiah Menguat, IHSG Berfluktuasi - Analisis Pasar 29 Oktober 2025

Rupiah Menguat Tipis, IHSG Berfluktuasi di Awal Perdagangan

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 29 Oktober 2025. Mata uang Indonesia, Rupiah, menguat tipis 13 poin atau 0,08 persen ke level Rp16.608 per Dolar AS.

Di sisi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja beragam. IHSG sempat dibuka menguat ke level 8.107. Namun, pada pukul 10.00 WIB, indeks tercatat terkoreksi 0,22 persen dan bergerak ke level 8.074.

Aktivitas Perdagangan Saham di BEI

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan pagi ini menunjukkan volume yang cukup tinggi. Total frekuensi transaksi mencapai 72,44 ribu kali dengan volume perdagangan sebanyak 999,2 juta saham. Nilai transaksi yang terjadi tercatat sebesar Rp506,2 miliar.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, komposisinya adalah:

  • 284 saham mengalami penguatan.
  • 174 saham mengalami pelemahan.
  • 498 saham stagnan atau tidak berubah harganya.

Kapitalisasi pasar BEI berada di level Rp14.843 triliun.

Analisis Pergerakan Sektoral Saham

Pergerakan indeks saham hari ini didorong oleh kinerja sektoral yang bervariasi. Beberapa sektor menjadi penguat indeks, sementara yang lain menjadi pemberat.

Sektor Penguat IHSG

Beberapa sektor yang catatkan kinerja positif dan mendorong penguatan IHSG adalah:

  • Sektor Teknologi: Memimpin penguatan dengan kenaikan 0,65 persen.
  • Sektor Barang Baku: Menguat signifikan sebesar 0,83 persen.
  • Sektor Transportasi: Tumbuh 0,33 persen.

Sektor Pemberat IHSG

Di sisi lain, tekanan jual datang dari beberapa sektor berikut:

  • Sektor Properti: Menjadi pemberat utama dengan pelemahan 1,53 persen.
  • Sektor Industri: Terkoreksi 0,68 persen.
  • Sektor Kesehatan: Turun tipis 0,15 persen.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar