Harga Emas Anjlok! Ini Penyebabnya Meski The Fed Turunkan Suku Bunga

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 01:10 WIB
Harga Emas Anjlok! Ini Penyebabnya Meski The Fed Turunkan Suku Bunga

Harga Emas Terkoreksi Usai Komentar Powell Meski The Fed Pangkas Suku Bunga

Harga emas menunjukkan pelemahan pada perdagangan Rabu (29/10/2025) setelah pasar merespons pernyataan hati-hati dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan.

Penurunan harga emas ini terjadi meskipun The Fed telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya. Keputusan ini menempatkan suku bunga harian The Fed pada kisaran 3,75-4,00 persen, menjadi penurunan kedua yang dilakukan tahun ini.

Perkembangan Harga Emas Spot

Harga emas spot (XAU/USD) tercatat turun 0,57 persen ke level USD 3.930,61 per ons, setelah sebelumnya sempat menguat hingga 2 persen di sesi awal perdagangan. Koreksi ini menginterupsi momentum penguatan yang sebelumnya terjadi.

Pernyataan Kunci Jerome Powell

Dalam konferensi persnya, Powell menyampaikan sikap hati-hati terhadap prospek kebijakan moneter ke depan. "Dalam pembahasan komite kali ini, terdapat pandangan yang sangat berbeda terkait langkah yang akan diambil pada Desember," ujar Powell.

Ia menegaskan, "Penurunan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan Desember bukanlah sesuatu yang sudah pasti. Jauh dari itu, kebijakan tidak berada pada jalur yang telah ditentukan."

Analisis Pasar Terhadap Harga Emas

Peter Grant, Wakil Presiden dan analis logam senior di Zaner Metals, mengomentari reaksi pasar. "Reaksi emas cukup logis terhadap upaya Powell meredam ekspektasi penurunan suku bunga Desember. Kami sudah melihat kontrak berjangka dana The Fed mulai memangkas ekspektasi itu, yang cenderung positif bagi dolar dan negatif bagi emas."

Tai Wong, trader logam independen, menambahkan, "Fakta bahwa penurunan suku bunga Desember kini diragukan akan menahan reli harga logam mulia."

Faktor Pendukung Pelemahan Emas

Indeks dolar AS yang memperpanjang penguatan turut memberikan tekanan pada harga emas. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri.

Emas sebagai aset safe-haven biasanya menguat di lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi. Namun, sinyal dari The Fed yang lebih hati-hati membatasi potensi penguatan lebih lanjut.

Perkembangan Terkini dan Performa Emas

Di sisi perdagangan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Korea Selatan dan menyatakan optimisme terhadap gencatan serupa dengan China menjelang pertemuan dengan Presiden Xi Jinping.

Sepanjang tahun 2025, harga emas telah naik 51 persen dan mencapai rekor tertinggi di level USD 4.381,21 pada 20 Oktober. Namun, pelemahan lebih dari 3,99 persen terjadi sejauh pekan ini, sebagian didorong oleh meredanya ketegangan perdagangan global.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar