Investor Asing Borong Saham Blue Chip Senilai Rp2,48 Triliun, BCA (BBCA) Jadi Primadona

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 09:00 WIB
Investor Asing Borong Saham Blue Chip Senilai Rp2,48 Triliun, BCA (BBCA) Jadi Primadona

Investor Asing Borong Saham Blue Chip, Net Buy Tembus Rp2,48 Triliun

Investor asing kembali menunjukkan kepercayaan tinggi pada pasar modal Indonesia dengan mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp2,48 triliun di pasar reguler sepanjang sepekan terakhir. Aliran dana asing ini didominasi oleh saham-saham perbankan dan emiten blue chip ternama.

BCA (BBCA) Jadi Primadona dengan Net Buy Rp1,81 Triliun

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi incaran utama investor asing, mencatatkan net buy terbesar mencapai Rp1,81 triliun dengan volume perdagangan 2,1 juta lot. Dalam sepekan, harga saham BBCA berhasil menguat 3 persen, menunjukkan performa yang positif.

Sentimen Positif Sektor Perbankan Dorong Minat Asing

Sentimen positif terhadap prospek sektor perbankan besar seiring rilis laporan keuangan per kuartal III-2025 menjadi pendorong utama minat investor asing. Laporan keuangan yang solid dari emiten perbankan meningkatkan daya tarik investasi di sektor ini.

Deretan Saham Blue Chip Lain yang Diborong Asing

Selain BBCA, beberapa saham blue chip lainnya juga menjadi favorit investor asing:

  • PT Astra International Tbk (ASII): Rp535,2 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp371,9 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp369,7 miliar
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Rp271,9 miliar
  • PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp189,8 miliar

Analis: Tren Akumulasi Tunjukkan Optimisme Ekonomi Domestik

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai tren akumulasi asing di saham blue chip tradisional menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi domestik. "Saat ini investor asing terlihat mengakumulasi beberapa saham blue chip classic seperti BBCA, TLKM, ASII, UNVR, dan JPFA," ujar Michael.

Ia menambahkan bahwa pergerakan tersebut juga meluas ke sejumlah saham komoditas seperti BRMS, ANTM, MDKA, dan UNTR. Pola ini menandakan adanya persiapan atau respons positif terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, terutama menyusul kebijakan agresif yang dilakukan oleh Menteri Keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya berada di tangan investor. Lakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar