Wall Street Anjlok! Nasdaq Tertekan Sinyal Hawkish The Fed & Laporan Big Tech

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:10 WIB
Wall Street Anjlok! Nasdaq Tertekan Sinyal Hawkish The Fed & Laporan Big Tech

Wall Street Turun, Teknologi Anjlok Tertekan Sinyal The Fed dan Laporan Big Tech

Pasar saham AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025, dengan sektor teknologi memimpin penurunan. Pelemahan ini dipicu oleh reaksi investor terhadap laporan pendapatan perusahaan big tech yang beragam dan sinyal kehati-hatian dari Federal Reserve (The Fed) mengenai prospek penurunan suku bunga.

Indeks Saham AS Melemah, Nasdaq Catat Kerugian Terdalam

Indeks utama Wall Street mengalami penurunan signifikan. Indeks S&P 500 turun 0,99% ke level 6.822,34. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) terkoreksi 0,23% menjadi 47.522,12. Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq Composite mengalami penurunan terdalam, anjlok 1,57% ke posisi 23.581,14.

Reaksi Pasar atas Sikap Hawkish The Fed

Pasar masih mencerna keputusan The Fed yang memotong suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00%. Meski terjadi pemotongan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut, pasar bereaksi negatif terhadap pernyataan hawkish dari Ketua The Fed, Jerome Powell. Powell menepis ekspektasi pasar bahwa pemotongan suku bunga pada Desember adalah kepastian, dengan menyatakan hal itu "masih jauh dari kesimpulan yang pasti" dan memperingatkan bahwa bank sentral sedang "menavigasi dalam kabut" karena sinyal ekonomi yang campur aduk.

Big Tech Berkinerja Berbeda: Meta Anjlok, Alphabet & Microsoft Melonjak

Volatilitas pasar juga didorong oleh hasil kuartalan perusahaan teknologi besar (big tech) yang beragam:

  • Meta Platforms (Instagram): Saham anjlok setelah perusahaan mengumumkan rencana untuk "secara agresif" meningkatkan pengeluaran guna mengejar pengembangan kecerdasan buatan (AI), yang memicu kekhawatiran investor atas potensi pengembalian investasinya.
  • Alphabet (Google): Saham menguat setelah melaporkan rekor pendapatan kuartal ketiga. Laba bersih melonjak 33% menjadi sekitar USD 35 miliar, didorong oleh kekuatan di bisnis cloud computing dan iklan digital.
  • Microsoft: Saham terdongkrak oleh kinerja kuat layanan cloud dan AI. Perusahaan bahkan berencana menggandakan jejak pusat datanya dalam dua tahun ke depan untuk memenuhi permintaan yang tinggi.

Pergerakan Sektor dan Saham Lainnya

Sektor consumer discretionary menjadi pendorong utama pelemahan dengan turun 2,6%. Di sisi lain, sektor real estate menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 0,7%. Di luar teknologi, saham Eli Lilly menguat setelah menaikkan panduan pendapatan berkat permintaan kuat untuk obat penurun berat badan Zepbound. Saham Estee Lauder juga melonjak setelah mengalahkan estimasi penjualan, didorong oleh pemulihan permintaan di pasar China.

Pembicaraan Perdagangan AS-China di Bawah Trump dan Xi

Investor juga menimbang perkembangan dari pertemuan perdagangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Trump menggambarkan pertemuan itu sebagai "menakjubkan" dan memperkirakan kesepakatan perdagangan akan tercapai "segera". Beberapa perkembangan konkret termasuk pemotongan tarif fentanyl terhadap China menjadi 10% yang berlaku segera, serta kesepakatan China untuk melanjutkan pembelian produk pertanian AS. Namun, tarif AS untuk produk China lainnya tetap tidak berubah, bertahan di sekitar level 47%.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar