Analisis 3 Saham BUMD di BEI 2025: BJTM, BJBR, PJAA (Profil & Kinerja Terkini)

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:25 WIB
Analisis 3 Saham BUMD di BEI 2025: BJTM, BJBR, PJAA (Profil & Kinerja Terkini)
3 Saham BUMD di BEI: Profil dan Kinerja Terbaru 2025

3 Saham BUMD di BEI: Profil dan Kinerja Terbaru 2025

Selain BUMN, investor juga bisa berinvestasi pada saham Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). BUMD adalah perusahaan yang kepemilikannya dimiliki oleh pemerintah daerah, berbeda dengan BUMN yang dimiliki oleh pemerintah pusat.

Artikel ini akan membahas tiga saham BUMD yang mencatatkan kinerja menarik, mulai dari sektor perbankan hingga pengembang kawasan wisata. Berikut adalah daftar saham BUMD di BEI beserta profil dan performa harganya.

1. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Kode: BJTM)

Bank Jatim (BJTM) adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bank ini telah beroperasi sejak 17 Agustus 1961 dan menyediakan beragam layanan keuangan, termasuk simpanan, kredit, dan layanan syariah.

Struktur kepemilikan saham BJTM didominasi oleh Pemprov Jawa Timur dengan porsi 51,12%. Sementara itu, 38 pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur secara kolektif memegang 20,49% saham.

Pada perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025, harga saham BJTM dibuka di level Rp545 per saham. Dalam satu bulan terakhir, saham ini menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 6,86%. Namun, secara year-to-date (YTD), harga saham BJTM tercatat turun 0,91%.

2. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Kode: BJBR)

Bank BJB (BJBR) adalah BPD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berdiri sejak 20 Mei 1961. Bank BJB melayani segmen nasabah perorangan dan bisnis dengan produk simpanan, pembiayaan, asuransi, dan investasi.

Bank BJB melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 8 Juli 2010 dengan harga penawaran Rp600 per saham. Saat ini, Pemprov Jawa Barat merupakan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 38,52%.

Pada sesi perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025, saham BJBR dibuka di harga Rp805. Dalam sebulan terakhir, saham ini naik 5,23%. Namun, sejak awal tahun 2025, harga saham BJBR mengalami penurunan sebesar 12,97%.

3. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Kode: PJAA)

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) adalah perusahaan pengembang kawasan properti dan komersial milik Pemprov DKI Jakarta. Perusahaan ini merupakan pengelola kawasan wisata terpadu Taman Impian Jaya Ancol, yang dimulai dengan pembukaan Pantai Bina Ria pada 1968 dan diikuti oleh wahana ikonik seperti Dunia Fantasi (Dufan) pada 1985.

Pemprov DKI Jakarta memegang 72% saham PJAA, sementara PT Pembangunan Jaya memegang 18,01%. Perusahaan ini telah tercatat di BEI sejak tahun 2004.

Pada Jumat, 31 Oktober 2025, saham PJAA dibuka di harga Rp525. Kinerja saham PJAA dalam sebulan terakhir turun signifikan sebesar 20,45%. Secara year-to-date, penurunannya mencapai 8,70%.

Kesimpulan

Ketiga saham BUMD di BEI—BJTM, BJBR, dan PJAA—menawarkan profil usaha yang solid dengan dukungan dari pemerintah daerah. Bagi investor yang tertarik dengan instrumen saham pemerintah daerah, ketiga emiten ini dapat menjadi pertimbangan, meskipun kinerja harganya dalam tahun berjalan masih menunjukkan tekanan. Selalu lakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar