Proyeksi Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp 5.400 Triliun di 2030, QRIS Jadi Penggerak

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:50 WIB
Proyeksi Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp 5.400 Triliun di 2030, QRIS Jadi Penggerak

Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksi Tembus 360 Miliar Dolar AS pada 2030

Sektor keuangan digital menjadi penggerak utama percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan melonjak dari 90 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 360 miliar dolar AS pada 2030.

QRIS Sebagai Penggerak Utama Digitalisasi Keuangan

Adopsi masif Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi pendorong pencapaian target ekonomi digital Indonesia. Saat ini, pemanfaatan QRIS telah menjangkau jutaan pelaku usaha dengan 93% dari hampir 60 juta penggunanya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kinerja QRIS menunjukkan pertumbuhan eksplosif dengan nilai transaksi mencapai Rp317 triliun hingga Triwulan II 2025. Angka ini meningkat sekitar 121% secara tahunan dengan volume transaksi melonjak 147%.

Dukungan Pemerintah untuk Inklusi Keuangan Digital

Pemerintah memberikan dukungan penuh melalui arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan elektronifikasi program pemerintah. Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki rekening keuangan formal dan penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.

Tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 92,74% menurut SNLIK 2025. Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah yang didukung ekosistem digital mencapai Rp217,20 triliun kepada 3,69 juta debitur hingga Oktober 2025.

Strategi Penguatan Ekosistem Digital Keuangan

Pemerintah terus memperkuat sektor keuangan digital dengan menyiapkan Peta Jalan Pengembangan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk layanan keuangan. Pembangunan Data Center Nasional juga dilakukan untuk menjamin kedaulatan data Indonesia.

Kontribusi keuangan digital Indonesia diharapkan dapat menyumbang sekitar 600 miliar dolar AS terhadap target nilai ekonomi digital ASEAN pada 2030, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin digital di kawasan Asia Tenggara.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar