Konflik Thailand vs Kamboja 2025: Tank & Serangan F-16 di Perbatasan Banteay Meanchey

- Selasa, 09 Desember 2025 | 01:25 WIB
Konflik Thailand vs Kamboja 2025: Tank & Serangan F-16 di Perbatasan Banteay Meanchey

Militer Thailand Serang Kamboja: Tank Masuk & F-16 Bombardir Perbatasan

PARADAPOS.COM - Konflik bersenjata kembali memanas di perbatasan Thailand-Kamboja. Pada Senin, 8 Desember 2025, militer Thailand dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Kamboja, dengan mengerahkan jet tempur F-16 dan tank.

Video Bukti Tank Thailand Masuk Wilayah Kamboja

Surat kabar Khmer Times merilis rekaman CCTV dari Pemerintah Provinsi Banteay Meanchey yang menunjukkan tank-tank dan pasukan Thailand melintasi perbatasan. Invasi tersebut terjadi di Desa Prey Chan, menandai eskalsasi konflik yang serius.

Evakuasi Warga Sipil & Klaim Kedaulatan

Sebelum serangan, puluhan ribu warga sipil Kamboja terpaksa dievakuasi akibat bombardir masif. Komando Wilayah Militer Pertama Thailand, melalui Pasukan Burapha, menyatakan operasi ini bertujuan merebut apa yang mereka klaim sebagai "wilayah kedaulatan Thailand" di Provinsi Banteay Meanchey.

Pasukan Thailand juga disebutkan bersiap maju ke dua desa lain: Boeng Trakuon dan Chork Chey di Distrik O'Chrov, Kamboja.

Perlawanan Militer Kamboja & Serangan Udara F-16

Militer Kamboja dikabarkan memberikan perlawanan untuk melindungi warga dan menjaga kedaulatan wilayah. Sementara itu, Angkatan Udara Kerajaan Thailand melakukan serangan menggunakan jet tempur F-16 dan artileri.

Menurut laporan Khmer Times, serangan udara tersebut dilaporkan mengenai sejumlah fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan pagoda Buddha. Namun, militer Thailand membantah menargetkan sipil, dan menyatakan serangan F-16 dilakukan secara presisi ke pangkalan militer Kamboja.

Kesimpulan

Eskalasi militer Thailand ke Kamboja ini menandai ketegangan baru di perbatasan kedua negara. Penggunaan tank, jet tempur F-16, dan laporan korban sipil menjadikan situasi ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi meluas.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar