Melaney Ricardo Buka Kisah Nyaris Tewas Akibat Overdosis di Masa Lalu

- Selasa, 03 Maret 2026 | 12:00 WIB
Melaney Ricardo Buka Kisah Nyaris Tewas Akibat Overdosis di Masa Lalu

PARADAPOS.COM - Presenter dan artis Melaney Ricardo membuka lembaran masa lalu kelamnya, mengisahkan pengalaman nyaris meninggal dunia akibat ekses pesta di masa muda. Dalam sebuah acara televisi, Melaney menceritakan bagaimana sebuah malam hura-hura di kelab remaja berujung pada tragedi yang hampir merenggut nyawanya, meninggalkan trauma mendalam dan pelajaran berharga tentang hidup.

Malam Kelam yang Mengubah Hidup

Kisah ini terungkap saat Melaney Ricardo hadir bersama kedua orangtuanya, Ricardo Siahaan dan Sylvia Herawatie Boru Pardede, dalam sebuah program televisi. Awalnya, pembicaraan berkisar pada kondisi kesehatan sang ayah yang mengidap parkinson. Namun, obrolan kemudian mengalir ke kenangan masa lalu, termasuk satu momen buruk yang hingga kini masih membekas dalam ingatan Melaney.

Ia menggambarkan suatu malam di masa remajanya, di mana ia dan sejumlah teman tengah berpesta di sebuah kelab malam. Dalam suasana yang penuh euforia, mereka mengonsumsi segala sesuatu yang ada di meja secara berlebihan, tanpa mempertimbangkan batas dan risiko.

Ambruk dan Pengalaman di Ambang Kematian

Tubuh Melaney akhirnya tak mampu menahan beban. Ia ambruk, mengalami hal-hal yang sulit dijelaskan secara nalar. Dalam kondisi kritis itu, ia merasakan pengalaman mendekati kematian.

"Aku almost that experience (nyaris meninggal dunia), aku melihat seperti roh gue hampir keluar dari badan gue, tapi guenya masih hang out sama teman-teman," tuturnya, mengenang sensasi di luar kendali yang dialaminya.

Melaney dikenal sebagai pribadi yang totalitas, dan sifat itu ternyata juga terbawa dalam cara ia berpesta. Ia mengakui, dirinya sangat beruntung bisa selamat dari malam itu, sementara beberapa teman sepergaulannya tidak seberuntung dirinya.

"Aku Puji Tuhan masih bisa hidup, karena teman banyak party hura-hura itu meninggal, gue bisa aja saat itu meninggal," ujarnya dengan nada serius.

Dampak Trauma dan Penyesalan Mendalam

Insiden itu merupakan titik balik yang pahit. Melaney mengungkapkan, ia sempat enggan membuka cerita ini kepada publik, bahkan dilarang oleh sang ibu karena dianggap aib keluarga dan masih menyisakan kesedihan mendalam. Saat kejadian, orangtuanya tidak tahu bahwa putri mereka yang dikira sedang ngekost ternyata berada dalam pesta berbahaya.

"Waktu dibawa ke rumah sakit, kalau something happened to me itu masa bokap nyokap gak ada, jadi gue suruh temen gue telepon orangtua gue," jelas Melaney.

Keadaan saat itu sangat kritis. "Karena waktu itu, gue udah berbusa mulutnya," lanjutnya. Begitu tiba di rumah sakit, ia jujur mengaku kepada dokter tentang pesta yang diikutinya, dan sang dokter langsung memahami akar masalahnya.

Reaksi orangtuanya saat melihatnya terbujur lemas justru lebih menyayat hati daripada kemarahan. Melaney menggambarkan ayahnya hanya terdiam, tertunduk sedih dan muram. Pemandangan itulah yang membuatnya merasa gagal sebagai anak.

"Justru papa mama pas lihat gue di rumah sakit gak marah, ya diam aja. Justru itu, gue sebagai anak ngerasa failed sebagai anak dan mengecewakan orangtua," ungkapnya penuh penyesalan.

Luka yang Berbekas dan Komitmen untuk Berubah

Peristiwa tunggal itu berdampak sangat panjang. Melaney memutuskan untuk berhenti total dari dunia hura-hura. Namun, konsekuensi fisik dan mentalnya masih ia rasakan bertahun-tahun kemudian.

"Itu terakhir kali aku ikut party dan segala macam, berhenti total. Sebenarnya, ada beberapa kejadian yang bikin gue hampir traumatik, sama Tuhan dicolek gue bodo amat, gitu terus, dan saat itu gue ditampar, ya sudah," katanya, menggambarkan momen itu sebagai 'tamparan' yang menyadarkannya.

Dampak psikologisnya pun berat. "Gue juga alami masalah mental lumayan lama. Gue selalu merasa ketakutan, paranoid," akunya. Ia juga mengalami gangguan fisik yang datang dan pergi. "Otak gue terus mikir, capek, ketakutan, kejang-kejang, efek dari kejadian sebenarnya 2-3 tahun, tapi orang gak pernah tau, masih on off gue sakitnya."

Di balik proses pemulihannya, Melaney yakin ada satu kekuatan yang menyelamatkannya. "Mungkin saat itu gue udah lewat, tapi mama papa gue itu doa sih," pungkasnya, mengakhiri kisah kelamnya dengan penghargaan pada kekuatan doa orangtua yang ia yakini telah membawanya kembali dari ambang maut.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar