Krisis Mental Tentara Israel: 85.000 Prajurit Alami Gangguan Jiwa Akibat Perang Gaza

- Selasa, 09 Desember 2025 | 02:00 WIB
Krisis Mental Tentara Israel: 85.000 Prajurit Alami Gangguan Jiwa Akibat Perang Gaza
Krisis Mental Tentara Israel: 80.000 Lebih Prajurit Alami Gangguan Jiwa

Lebih dari 80.000 Tentara Israel Alami Gangguan Mental, Krisis Jiwa Melanda Pasukan Zionis

Agresi militer Israel di Jalur Gaza memicu krisis kesehatan mental yang parah di dalam tubuh militer mereka sendiri. Data terbaru dari Kementerian Pertahanan Israel mengungkap lonjakan kasus gangguan psikologis di kalangan prajurit ke angka yang mencengangkan.

Per Senin (8/12/2025), jumlah tentara Israel yang terdampak masalah kejiwaan dilaporkan telah melampaui 80.000 orang. Angka ini menunjukkan kerapuhan psikologis yang serius di barisan pasukan yang terlibat konflik.

Lonjakan Drastis Kasus Gangguan Jiwa Tentara Israel

Wakil Kepala Departemen Rehabilitasi Kemhan Israel, Tamar Shimoni, menyatakan bahwa angka kasus awalnya sekitar 62.000, namun kini melonjak tajam menjadi sekitar 85.000 kasus. Shimoni menegaskan bahwa situasi seperti ini "belum pernah terjadi sebelumnya".

Lebih mengkhawatirkan, sepertiga dari total tentara Israel didiagnosis mengalami masalah psikologis yang langsung terkait dengan peristiwa traumatik 7 Oktober 2023 dan pertempuran lanjutan di Gaza.

Rasio terapis dan pasien menjadi sangat timpang. Satu terapis harus menangani hingga 750 pasien, bahkan lebih di beberapa daerah. Kondisi ini menyulitkan pemberian perawatan cepat dan memadai bagi prajurit yang rentan.

Krisis Nasional dan Ancaman Bunuh Diri di Kalangan Militer

Krisis kesehatan mental ini telah meluas menjadi masalah nasional Israel. Laporan media Yedioth Ahronoth pada November menyebut hampir 2 juta warga Israel membutuhkan dukungan kesehatan mental, dengan banyak yang dilaporkan mengalami kecanduan narkoba akibat tekanan trauma.

Di kalangan militer, situasinya lebih suram. Media Israel melaporkan peningkatan kasus bunuh diri yang dipicu stres pasca tempur (PTSD). Data militer Oktober mencatat 279 percobaan bunuh diri dalam 18 bulan terakhir, dengan 36 kasus berujung kematian.

Lonjakan gangguan psikologis dan angka bunuh diri ini menjadi bukti nyata bahwa biaya perang tidak hanya bersifat fisik dan materiil, tetapi juga meninggalkan trauma dan kehancuran jiwa yang mendalam bagi pelakunya.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar