AS Evakuasi Personel di Pangkalan Timur Tengah
Pada hari yang sama, AS dilaporkan memulai evakuasi personel non-esensial dari beberapa pangkalan militernya di Timur Tengah, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Meski seorang diplomat AS menyebut langkah ini hanya sebagai "perubahan postur" dan tidak menjelaskan penyebab pastinya, langkah ini semakin menambah suasana mencekam.
Laporan Reuters: Serangan Bisa Terjadi dalam Beberapa Jam
Kantor berita internasional Reuters melaporkan bahwa serangan militer AS terhadap Iran berpotensi terjadi dalam waktu sangat singkat, bahkan dalam hitungan jam. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat militer Barat dan Eropa yang tidak disebutkan namanya, yang menyatakan semua sinyal mengarah pada kemungkinan serangan segera.
Seorang pejabat Israel yang dikutip dalam laporan yang sama juga menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump tampaknya telah memutuskan untuk menyerang Iran, meski skala dan cakupan serangan tersebut masih belum jelas.
Latar Belakang Ketegangan Terkini
Ketegangan ini terjadi di tengah gelombang unjuk rasa dan kerusuhan di Iran yang dipicu oleh inflasi tinggi dan devaluasi mata uang Rial. Pemerintah Iran menuduh AS dan Israel berada di balik kekerasan yang terjadi. Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Trump juga telah mengeluarkan sejumlah ancaman terbuka terhadap Republik Islam Iran, semakin memperkeruh situasi.
Sementara laporan-laporan intelijen dan pergerakan militer mengindikasikan eskalasi, strategi ketidakpastian dan tekanan maksimum dari pemerintahan AS juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menganalisis perkembangan situasi ini.
Artikel Terkait
India Desak 10.765 Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ini Penyebab & Imbauannya
Arab Saudi & Negara Teluk Peringatkan AS: Serangan ke Iran Picu Krisis Minyak Global & Hancurkan Ekonomi Dunia
Ancaman Serangan Militer AS ke Iran dalam 24 Jam: Analisis Lengkap Krisis 2024
Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati: Kronologi Lengkap & Fakta Terbaru 2024