Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi: Damai Hari Lubis Bantah Ada Permintaan Maaf
Koordinator Advokat Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Damai Hari Lubis, membuka suara mengenai isi pertemuannya bersama Ketua TPUA Eggi Sudjana dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam klarifikasinya, Damai menegaskan bahwa tidak ada permintaan maaf dalam pertemuan tersebut.
"Tidak ada permintaan maaf. Kalau persepsinya minta maaf datang silaturahim baik-baikan, memang dua duanya (baik-baikan)," kata Damai dalam sebuah talkshow di televisi swasta nasional, Rabu, 14 Januari 2026.
Tujuan Hanya Silaturahmi, Bukan Urusan Hukum
Damai menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis, 8 Januari 2026, murni untuk bersilaturahmi. Latar belakangnya, Eggi Sudjana tidak hadir dalam pertemuan antara mantan presiden itu dengan tersangka lainnya pada 16 April 2025.
Dalam pertemuan tersebut, terjadi percakapan saling memuji antara Eggi Sudjana dan Jokowi. Damai menirukan perkataan Eggi, "Bahkan Pak Jokowi sendiri yang bilang anda (Eggi) standing. 'Nah, itu Pak bukan saya berarti mau melawan bapak ya, saya nggak bakalan menang lawan bapak. Bapak kan orang hebat'."
Jokowi pun membalas pujian itu dengan mengatakan, "Ah enggan, Bang Eggi yang hebat."
Damai Hari Lubis Bantah Tuduhan Temui Jokowi Lebih Dulu
Damai Hari Lubis juga membawa klarifikasi penting. Ia membantah keras tuduhan yang menyebutkan bahwa dirinya telah menemui Jokowi dua minggu sebelum pertemuan bersama Eggi Sudjana.
"Saya mau protes tuh, maaf saya dikatakan dua minggu lalu saya sudah datang (ke rumah Jokowi) dengan pengacaranya Eggi. Saya nggak mau menyampaikan tentang pengacaranya Eggi, tapi itu seratus persen bohong," tegas Damai.
Damai menegaskan bahwa saat berkunjung ke Solo, dirinya tidak membawa agenda atau maksud tertentu selain menjalin silaturahmi. Pertemuan ini menjadi sorotan publik mengingat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis merupakan tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan nama Jokowi.
Artikel Terkait
PMI Kukuhkan Sampoerna sebagai Pilar Strategis Global dengan Investasi Miliaran Dolar
Mahasiswa Protes Rencana Impor 105 Ribu Pikap India untuk Kopdes
Pakar Nilai ART dengan AS Cerminkan Kegagalan Negosiasi Tim Ekonomi
Peneliti Bela Keabsahan Ijazah Paket C Ketua BEM UGM yang Vokal Kritik Prabowo