India Desak 10.765 Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ini Penyebab & Imbauannya

- Kamis, 15 Januari 2026 | 11:00 WIB
India Desak 10.765 Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ini Penyebab & Imbauannya
India Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ini Imbauan Lengkapnya

India Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran Imbas Ancaman Keamanan

Pemerintah India secara resmi mendesak warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Imbauan ini dikeluarkan menyusul meluasnya kekerasan di Iran dan ancaman potensial intervensi militer Amerika Serikat.

Rincian Warga India di Iran

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri India, terdapat sedikitnya 10.765 warga negara India yang tercatat berada di Iran. Mereka terdiri dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, peziarah, pelaku bisnis, dan wisatawan.

Imbauan Resmi dari Kedutaan Besar India

Kedutaan Besar India di Teheran menyatakan bahwa kondisi keamanan di Iran dinamis dan berpotensi memburuk. Dalam pernyataannya pada Rabu, 14 Januari 2026, kedutaan menyerukan:

“Mengingat situasi yang terus berkembang di Iran, warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan wisatawan) disarankan untuk meninggalkan negara itu dengan cara transportasi apa pun.”

Protokol Keamanan bagi yang Belum Bisa Pulang

Bagi warga India yang belum dapat segera meninggalkan Iran, pemerintah memberikan panduan keamanan ketat:

  • Membatasi pergerakan di luar ruangan.
  • Menjauhi lokasi keramaian dan area sensitif.
  • Menjaga komunikasi rutin dengan Kedutaan Besar India untuk update informasi dan bantuan.
  • Menyimpan dokumen perjalanan (paspor, kartu identitas) di tempat aman namun mudah diakses.

Sebelumnya, pada 5 Januari 2026, India telah mengeluarkan imbauan awal untuk menghindari perjalanan tidak penting ke Iran.

Eskalasi Ketegangan AS-Iran dan Kekhawatiran Regional

Eskalasi situasi ini terjadi saat Gedung Putih dilaporkan memperingatkan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan terhadap Iran. Negara-negara Teluk sendiri dikabarkan khawatir perubahan rezim justru dapat memperkuat kelompok garis keras seperti Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Di sisi lain, Iran telah membawa isu ini ke Dewan Keamanan PBB, menyerukan kutukan atas ancaman penggunaan kekuatan oleh Washington. Teheran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peningkatan ketegangan dan kerusuhan dalam negeri mereka.

Kata Kunci Terkait:

India peringatkan warga tinggalkan Iran, kondisi keamanan Iran 2026, ancaman intervensi militer AS di Iran, imbauan kedutaan India di Teheran, warga India di Iran, eskalasi konflik Iran-AS, protokol keamanan untuk WNI di zona konflik.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar