Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Jangan Lecehkan Salat di Stand-up Netflix

- Rabu, 14 Januari 2026 | 17:00 WIB
Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Jangan Lecehkan Salat di Stand-up Netflix
Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Kritik Pemerintah Boleh, Jangan Lecehkan Salat

Habib Rizieq Kritik Materi Pandji Pragiwaksono: "Kritik Pemerintah Boleh, Jangan Lecehkan Salat"

Paradapos.com - Habib Rizieq Shihab secara resmi menanggapi materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan 'Mens Rea' yang tayang di Netflix dan menjadi sorotan publik.

Melalui kanal YouTube Islami Brotherhood Television pada Selasa (13/1/2026), Habib Rizieq menyatakan tidak mempermasalahkan kritik terhadap pemerintah yang disampaikan Pandji. Menurutnya, mengkritik pemerintah adalah hal yang wajar dan sah dalam demokrasi.

Namun, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu menyatakan penyesalan dan keberatan terhadap materi yang menyinggung ibadah salat dan dijadikan bahan candaan. Ia menegaskan bahwa salat adalah ajaran fundamental Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan bersifat sakral.

"Salat merupakan syiar Islam yang harus dihormati, tidak pantas dijadikan bahan olok-olok atau lelucon," tegas Habib Rizieq.

Ia meminta Pandji Pragiwaksono untuk meminta maaf dan menghapus bagian materi yang bermasalah tersebut. Selain itu, Habib Rizieq juga mendesak platform streaming Netflix untuk mencabut atau mengedit tayangan tersebut agar tidak lagi dapat diakses publik.

Demo Massa di Polda Metro Jaya Desak Proses Hukum Pandji

Seiring dengan pernyataan Habib Rizieq, ratusan massa dari Gerakan Kader Umat Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya, Selasa (13/1/2026).

Massa mendesak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edy Suheri untuk segera mengusut dan memproses hukum dugaan penistaan agama terhadap Pandji Pragiwaksono.

Koordinator aksi, Fachrullah Jasadi, dalam orasinya menyatakan bahwa materi tersebut telah melampaui batas kebebasan berekspresi dan melukai perasaan umat Islam.

"Salat adalah tiang agama. Menjadikannya bahan candaan adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan berpotensi memicu konflik sosial," ujar Fachrullah.

Massa aksi juga mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan pemutusan akses tayangan tersebut.

Forum Ulama Nusantara Akan Laporkan Pandji ke Polisi

Sebelumnya, Forum Ulama Nusantara juga telah menyatakan akan melaporkan Pandji Pragiwaksono ke pihak kepolisian terkait dugaan penistaan agama ini.

Ketua Forum Ulama Nusantara, Nur Shollah Bek alias Wan Bek, menyatakan bahwa pihaknya telah mempelajari materi stand-up comedy Pandji yang dinilai menyinggung sakralitas ibadah shalat.

"Kami berencana melaporkan dugaan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral. Bukan untuk memicu konflik, tapi agar tidak ada lagi pihak yang menjadikan ibadah umat Islam sebagai bahan candaan," kata Wan Bek di Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Wan Bek menegaskan bahwa narasi yang dibangun Pandji dinilai telah melampaui batas kritik sosial dan masuk ke ranah merendahkan nilai agama. Forum Ulama Nusantara berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan ini secara profesional.

Kasus ini kembali memicu perdebatan tentang batasan kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap simbol-simbol agama di Indonesia.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar