Strategi Hedging Arab Saudi: MBS vs Menhan dalam Menghadapi Ketegangan AS-Iran

- Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25 WIB
Strategi Hedging Arab Saudi: MBS vs Menhan dalam Menghadapi Ketegangan AS-Iran

Sekutu AS di Teluk Juga Tidak Mendapat Kejelasan

Laporan Fox News yang dikutip RIA Novosti menyebutkan, AS belum memberi tahu rencana detail terkait Iran kepada sekutu-sekutunya di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi. Seorang pejabat GCC menyatakan para sekutu gagal memperoleh kejelasan penuh mengenai penilaian AS terhadap situasi di kawasan.

Analisis Pakar: Saudi Terapkan 'Strategi Hedging'

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menyoroti sikap ganda Arab Saudi ini sebagai 'strategi hedging'. Di satu sisi, Saudi menyerukan solidaritas Muslim dan diplomasi di forum publik untuk menjaga stabilitas kawasan dan ekonominya sendiri yang bisa terguncang jika perang terjadi.

Di sisi lain, Saudi tetap memandang Iran sebagai rival struktural jangka panjang di kawasan. Kekhawatiran bahwa Iran yang kuat akan menggerus pengaruh Saudi membuat sebagian elite di Riyadh tetap mendorong tekanan terhadap Teheran.

Mengapa Iran Dinilai Sulit Diserang?

Pakar lain dari Unpad, Teuku Rezasyah, memaparkan beberapa alasan strategis mengapa Iran sulit dihancurkan oleh serangan militer, bahkan oleh AS:

  1. Kesadaran Sejarah dan Nasionalisme: Sebagai pusat peradaban awal, semangat menjaga marwah bangsa sangat kuat di Iran.
  2. Legitimasi Pemerintahan: Kepemimpinan relatif dihormati karena dianggap menunjukkan keteladanan ideologis dan kemandirian.
  3. Kekuatan Militer Mandiri: Iran memiliki teknologi pertahanan yang dikembangkan dalam negeri, termasuk rudal dengan berbagai jangkauan.
  4. Kemampuan Membalas Dendam Strategis: Iran berpotensi memblokade Selat Hormuz, yang akan mengguncang pasokan energi global.
  5. Dukungan NATO yang Minim: Negara-negara NATO dianggap enggan mendukung serangan langsung terhadap Iran.
  6. Kemampuan Intelijen yang Kuat: Iran memiliki jaringan intelijen yang efektif untuk mendeteksi dan menindak ancaman.

Dengan pertimbangan kompleks ini, politik dua kaki Arab Saudi mencerminkan upaya Riyadh untuk mengamankan kepentingannya di tengah ketegangan antara dua kekuatan yang sulit diprediksi: Amerika Serikat dan Iran.

Halaman:

Komentar