Dia memperingatkan bahwa perluasan perang yang tak terhindarkan hingga mencakup negara-negara lain di kawasan harus menjadi perhatian semua pihak. Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat dengan cepat meningkat menjadi perang besar di luar kendali pihak yang merencanakannya.
Shamkhani menekankan, Iran akan mengambil langkah-langkah yang lebih substansial dan efektif untuk mempertahankan keamanan nasional dan integritas wilayahnya jika diserang.
Ketegangan AS-Iran Memanas, Negara Teluk Bersikap Hati-Hati
Ketegangan antara Washington dan Tehran memuncak di tengah laporan tentang pergerakan armada militer AS dan pembicaraan mengenai opsi militer. Media juga melaporkan bahwa AS telah memberi tahu sekutunya di Timur Tengah tentang kemungkinan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat.
Sebagai respons, Tehran mengancam akan memberikan balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bisa menyasar pangkalan militer AS dan Israel. Situasi ini memicu upaya mediasi intensif dari negara-negara regional untuk mencegah konflik skala penuh.
Negara-negara Teluk dilaporkan bersikap sangat hati-hati dan menolak mengizinkan wilayah udara atau perairan mereka digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran, mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang destabilisasi kawasan.
Artikel Terkait
Bill Gates Disebut Tertular STD dari Gadis Rusia: Fakta & Sanggahan Dokumen Epstein
Strategi Hedging Arab Saudi: MBS vs Menhan dalam Menghadapi Ketegangan AS-Iran
Daftar Lengkap Nama Besar dalam Dokumen Epstein: Elon Musk, Pangeran Andrew, hingga Tokoh Global Lainnya
Iran Siapkan Ribuan Kuburan untuk Tentara AS: Persiapan Perang atau Ancaman?