Kasus Jeffrey Epstein telah lama menjerat nama-nama elite global. Dokumen terbaru ini juga memuat korespondensi email antara Epstein dengan sejumlah tokoh terkenal, memperkuat jaringan sosialnya yang luas.
Di antara nama yang kerap disebut adalah mantan Presiden AS Bill Clinton dan Donald Trump. Trump mengaku pernah berteman dengan Epstein tetapi telah memutus hubungan bertahun-tahun sebelumnya. Ia secara konsisten membantah mengetahui atau terlibat dalam kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Klaim yang Dikategorikan Tidak Berdasar
Dokumen tersebut juga memuat daftar yang disusun FBI berisi berbagai tuduhan, termasuk pelecehan seksual, terhadap Trump dan tokoh lainnya. Namun, Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa banyak klaim dalam dokumen itu bersifat sensasional, tidak diverifikasi, dan tidak disertai bukti pendukung.
Dalam pernyataan resminya, DOJ menyatakan: “Sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump... klaim tersebut tidak berdasar dan tidak benar.” Pernyataan ini dikutip dari laporan BBC UK, Senin 2 Februari 2026.
Kesimpulan
Rilis tiga juta dokumen Jeffrey Epstein ini kembali membuka luka lama sekaligus memberikan data baru tentang jaringan perjalanan dan pergaulannya. Kehadiran Epstein di Bali pada tahun 2002 menjadi bagian dari puzzle perjalanan globalnya. Sementara itu, tautan ke berbagai tokoh terkenal, termasuk bantahan keras dari Donald Trump, terus menjadi subjek analisis dan perdebatan publik.
Artikel Terkait
Berkas Epstein Dibuka: Fakta Memo FBI Klaim Trump Dikendalikan Israel
Dokumen Epstein Bocor: Fakta Pengiriman Kain Kabah ke Jeffrey Epstein Terungkap
Kritik DPR: Iuran Indonesia Rp16,7 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Dikhawatirkan Dukung Militer Israel
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Picu Perang Regional, Trump Beri Respons