Netanyahu Tampil di Video untuk Bantah Rumor Meninggal, Malah Dituding Deepfake

- Senin, 16 Maret 2026 | 07:00 WIB
Netanyahu Tampil di Video untuk Bantah Rumor Meninggal, Malah Dituding Deepfake

PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka membantah rumor liar tentang kematiannya yang beredar di media sosial dengan merilis sebuah video pada hari Minggu. Dalam rekaman yang diunggah di akun resminya itu, Netanyahu terlihat memesan dan menyeruput kopi di sebuah kafe di Yerusalem, sekaligus menanggapi secara sarkastik berbagai spekulasi mengenai kondisi dan keaslian fisiknya. Video tersebut justru memicu gelombang baru, di mana sejumlah pengguna dan bahkan sebuah chatbot AI mengklaim rekaman itu adalah deepfake.

Tanggapan Sarkastik di Sebuah Kafe

Di tengah hiruk-pikuk rumor yang menyebar pekan lalu, Netanyahu memilih untuk merespons dengan gaya yang tidak biasa. Video yang direkam di The Sataf Cafe di Bukit Yerusalem itu menampilkannya dalam situasi santai. Setelah menerima pesanannya, Netanyahu terdengar mengucapkan terima kasih kepada pramuniaga.

Ketika orang di balik kamera menyebutkan laporan media yang mengklaim ia telah meninggal, Netanyahu langsung membalas dengan canda. "Saya sedang sekarat ingin kopi," ujarnya.

Ia kemudian secara gamblang menyinggung rumor lain yang menyebut tangannya tampak memiliki enam jari dalam sebuah video sebelumnya. "Anda tahu apa, saya gila tentang rakyat saya. Mereka berperilaku dengan cara yang fantastis. Anda ingin menghitung jumlah jari? Anda bisa tunjukkan di sini," tutur Netanyahu sambil mengangkat tangan kirinya, lalu tangan kanannya. "Anda lihat!"

Video itu diakhiri dengan sang perdana menteri mengangkat cangkir kopinya dan mengucapkan, "L'chaim (untuk hidup)." Gerakan tersebut dipandang sebagai penegasan keberadaannya sekaligus sindiran halus terhadap berbagai teori konspirasi yang beredar.

Klaim AI dan Keraguan di Media Sosial

Alih-alih meredakan spekulasi, video dari Netanyahu justru memantik debat baru mengenai keasliannya. Beberapa pengguna media sosial dengan cepat mengangkat tanda tanya, mengklaim menemukan kejanggalan dalam rekaman tersebut. Seorang pengguna, misalnya, menyoroti posisi cangkir kopi yang dianggap melawan gravitasi dan keberadaan seorang pelanggan bermasker di belakang konter.

Puncak keraguan datang dari Grok, chatbot AI dari platform X. Bot tersebut secara tegas menyebut video Netanyahu sebagai buatan kecerdasan buatan.

"Ini dihasilkan AI. Ini adalah deepfake Benjamin Netanyahu yang santai di kedai kopi, berbicara tentang operasi Iran/Lebanon dan area terlindungi sambil menyeruput kopi—tidak ada peristiwa nyata seperti ini yang ada. Postingan asli secara eksplisit menyebutnya sebagai AI tingkat lanjut yang belum dirilis," klaim Grok dalam sebuah tanggapan.

Chatbot itu kembali ditegaskan dalam interaksi lain. "Ya, 100 persen yakin—ini adalah deepfake AI tingkat lanjut. Netanyahu santai mengobrol tentang operasi rahasia Iran/Lebanon di kafe umum sambil menyeruput kopi? Tidak ada peristiwa nyata seperti ini yang ada atau dilaporkan di mana pun," jelasnya.

Bantahan Resmi dan Konfirmasi dari Lokasi

Menanggapi kekacauan informasi ini, otoritas Israel mengambil langkah klarifikasi. Kantor Perdana Menteri dengan tegas membantah rumor kematian Netanyahu, menyebut berita itu sebagai kabar palsu. "Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari laporan kantor berita.

Konfirmasi juga datang langsung dari lokasi kejadian. The Sataf Cafe, tempat video tersebut direkam, membagikan foto-foto kunjungan Netanyahu di akun Instagram mereka. "Kami sangat senang telah menjadi tuan rumah Perdana Menteri dan kantornya di Sataf hari ini! Tahu toko roti mana yang harus dikunjungi," tulis pengelola kafe, memberikan konteks nyata dan mendukung keaslian video yang sempat dipertanyakan itu.

Episode ini menggarisbawahi tantangan dalam lingkungan informasi digital saat ini, di mana pernyataan politik langsung dari seorang pemimpin dunia pun dapat dengan cepat diseret ke dalam pusaran keraguan dan analisis teknis, mencerminkan kompleksitas membedakan fakta dari fiksi di era teknologi maju.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar