Trump Klaim Rezim Iran Berubah dan Buka Sinyal Ambisi Kelola Bersama Selat Hormuz

- Senin, 30 Maret 2026 | 04:50 WIB
Trump Klaim Rezim Iran Berubah dan Buka Sinyal Ambisi Kelola Bersama Selat Hormuz

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa rezim penguasa di Iran telah mengalami perubahan, sambil mengulangi klaimnya bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah meninggal atau terluka parah. Pernyataan kontroversial ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan The Financial Times, di mana Trump juga mengisyaratkan ambisi Washington untuk menumbangkan pemerintahan di Teheran dan membuka peluang kerja sama baru, termasuk pengelolaan Selat Hormuz.

Klaim Perubahan Rezim dan Nasib Mojtaba Khamenei

Dalam wawancaranya, Trump tidak merinci siapa yang dimaksud dengan rezim yang telah berubah tersebut. Saat ini, Iran masih dipimpin oleh Mojtaba Khamenei, yang mengambil alih posisi ayahnya setelah sang Ayatollah wafat akibat serangan militer gabungan AS-Israel akhir Februari lalu. Namun, Trump bersikukuh dengan narasinya mengenai nasib pemimpin baru Iran itu.

“Putranya (Mojtaba) telah meninggal atau dalam kondisi sangat parah. Kita belum mendengar kabar darinya sama sekali. Dia telah tiada," tegas Trump.

Lebih jauh, mantan presiden AS itu menggambarkan pihak yang dihadapi Amerika saat ini sebagai entitas yang berbeda. “Orang-orang yang kita hadapi adalah kelompok orang yang sama sekali berbeda… (Mereka) sangat profesional,” tuturnya, tanpa memberikan konteks yang lebih jelas mengenai pernyataan tersebut.

Sinyal Penggulingan dan Masa Depan Selat Hormuz

Komentar Trump kali ini memperkuat sinyal sebelumnya bahwa AS berupaya menggulingkan kepemimpinan Mojtaba Khamenei. Ambisi itu terungkap dalam konteks pembahasan masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak global. Trump menyebutkan bahwa selat itu akan segera dibuka dan dikelola bersama.

"Itu (Selat Hormuz) akan segera dibuka. Akan dikendalikan bersama. Mungkin (oleh) saya, Amerika Serikat. Saya dan Ayatollah. Siapa pun Ayatollah saat ini, siapa pun Ayatollah berikutnya," jelasnya.

Pernyataan ini ditafsirkan banyak pengamat sebagai pengakuan terbuka bahwa Washington tidak berniat berurusan dengan kepemimpinan Iran saat ini, melainkan menunggu atau bahkan mendorong munculnya kepemimpinan baru.

Komunikasi Diam-diam dengan Pihak di Iran

Di tengah retorika kerasnya, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah membuka jalur komunikasi dengan sejumlah pihak di dalam Iran. Namun, dia dengan tegas menyatakan bahwa komunikasi itu tidak dilakukan dengan Mojtaba Khamenei. Identitas pihak-pihak yang diajak bicara dirahasiakan dengan alasan keamanan operasional.

Langkah ini mengindikasikan adanya dinamika diplomatik di balik layar, meskipun pernyataan publik Trump tetap didominasi oleh nada konfrontatif dan klaim-klaim yang belum diverifikasi secara independen. Situasi ini menciptakan ketidakpastian baru mengenai arah hubungan kedua negara yang sudah lama memanas.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar