FBI Rilis Dokumen UFO 1965: Saksi Lihat Makhluk Setinggi 1,2 Meter Keluar dari Piring Terbang

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:25 WIB
FBI Rilis Dokumen UFO 1965: Saksi Lihat Makhluk Setinggi 1,2 Meter Keluar dari Piring Terbang
PARADAPOS.COM - Dokumen FBI yang baru dirilis mengungkap klaim mengejutkan tentang makhluk setinggi sekitar empat kaki (1,2 meter) yang terlihat keluar dari UFO, serta reruntuhan misterius dari logam tak dikenal yang dipenuhi ribuan bola mikroskopis. Berkas yang dirilis pada Jumat lalu ini merupakan bagian dari dorongan transparansi UFO yang digagas Presiden Donald Trump. Salah satu memo di dalamnya merinci penyelidikan terhadap laporan dari tahun 1965, yang disebut sebagai "tahun dengan jumlah penampakan UFO terbanyak". Penampakan tersebut dilaporkan oleh banyak saksi di seluruh dunia, menggambarkan pesawat logam aneh yang bisa melayang tanpa suara dan bergerak dengan "kecepatan fantastis". Beberapa objek juga disebut mengganggu peralatan elektromagnetik.

Reruntuhan dan Material Misterius

Dokumen itu juga mengungkap adanya reruntuhan dari piring terbang yang jatuh. Material berhasil dipulihkan setidaknya dalam tiga kesempatan. Satu sampel digambarkan sebagai paduan magnesium, sampel lain disebut magnesium murni, sementara yang ketiga adalah "logam tak dikenal yang sangat keras". Material tersebut mengandung "ribuan bola logam berukuran 15 mikron di seluruh permukaannya" dan menunjukkan tanda-tanda benturan mikrometeorit. Namun, bagian paling menarik perhatian justru berfokus pada penghuni yang dilaporkan keluar dari pesawat.

Kesaksian tentang Makhluk dari UFO

"Beberapa saksi melaporkan melihat awak yang mendarat dari objek tersebut," tulis dokumen itu. Makhluk-makhluk tersebut digambarkan "tinggi antara tiga setengah hingga empat kaki, mengenakan apa yang tampak seperti pakaian luar angkasa dan helm". Memo tersebut bertanggal 19 Oktober 1966 dan dikirim dari kantor FBI di San Francisco kepada Direktur saat itu, J. Edgar Hoover. Subjeknya berbunyi "Unidentified Flying Objects" dan merujuk pada buletin FBI sebelumnya tentang "Flying Discs". Dokumen itu juga digunakan untuk menyebarkan artikel berjudul "Armed Forces – Focus on UFO" dari San Francisco Examiner & Chronicle. Saat itu, tekanan publik terhadap penampakan UFO semakin meningkat. Memo menyebut Gerald Ford, yang saat itu masih anggota Kongres dan kemudian menjadi presiden, telah menyerukan sidang kongres untuk menyelidiki insiden UFO. Memo juga menyebut Angkatan Udara AS telah meminta fisikawan Universitas Colorado, Edward U. Condon, untuk memimpin studi yang didukung pemerintah tentang piring terbang. Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya 300.000 dolar AS selama 18 bulan.

Peran Buku Kontroversial

Sebagian besar memo FBI berfokus pada buku "Flying Saucers – Serious Business" karya Frank Edwards. Biro tersebut menyebut buku itu sebagai salah satu alasan meningkatnya minat dan kontroversi publik terhadap UFO. Edwards berargumen bahwa UFO adalah "kendaraan luar angkasa yang dikirim untuk mengamati aktivitas di Bumi". Ia juga mengklaim bahwa Angkatan Udara AS "sengaja menyembunyikan informasi dan memberikan penjelasan yang menyesatkan karena takut terjadinya kepanikan massal jika kebenaran diungkapkan kepada publik". Dokumen itu menggambarkan objek-objek tersebut sebagai pesawat logam mengkilap yang memancarkan panas dan cahaya. "Buku tersebut menggambarkan UFO sebagai objek logam mengkilap yang memancarkan panas dan cahaya (cukup kuat untuk membakar saksi yang terlalu dekat), serta memancarkan semacam medan gaya yang mengganggu instrumen elektromagnetik dan sumber listrik," demikian bunyi dokumen. Warna objek bervariasi, mulai dari putih cerah hingga merah kusam dan oranye menyala. Beberapa objek membawa lampu sorot yang menyilaukan. Tiga bentuk yang dilaporkan meliputi:
  • Kapal mirip zeppelin hingga panjang 300 kaki.
  • Objek berbentuk cakram dengan diameter dari beberapa kaki hingga sekitar 100 kaki (banyak yang berdiameter sekitar 30 kaki).
  • Objek berbentuk telur yang disebut Edwards sebagai yang paling sering terlihat baru-baru ini.
Objek-objek itu bergerak tanpa suara sebelum tiba-tiba melesat pergi. Beberapa melayang di udara sebelum mempercepat dengan semburan cahaya dari bawah. Tanah di bawah pesawat dilaporkan hangus setelah lepas landas.

Kredibilitas Saksi dan Prediksi

Banyak saksi yang disebut dalam buku Edwards dianggap kredibel, termasuk petugas penegak hukum, personel militer dalam tugas resmi, pilot militer, pilot maskapai penerbangan komersial, dan pejabat pertahanan sipil. Buku itu juga memuat sejumlah foto objek yang diambil oleh orang-orang terpercaya. Banyak penampakan dilaporkan terjadi di area penelitian atom dan rudal. Edwards memprediksi bahwa UFO akan segera melakukan "pendaratan terbuka" atau kontak langsung dengan Bumi.

Rilis Besar dan Reaksi Politik

Dokumen FBI tersebut termasuk di antara ratusan berkas, foto, dan video yang dirilis Jumat. Isinya mencakup transkrip misi NASA, laporan insiden militer, serta gambar inframerah dari pertemuan udara. Anggota DPR AS dari Tennessee, Tim Burchett, yang telah mendorong pengungkapan UFO, memuji rilis tersebut di X (Twitter). "Ingat, pihak federal pernah bilang berkas ini tidak ada dan [Donald Trump] melawan deep state," tulisnya. "Rilis pertama ini besar, tapi dibandingkan dengan yang akan datang, ini hanyalah setetes air di lautan. Saya bilang 'Holy Crap' akan segera tiba." Rilis ini menyusul perintah eksekutif Trump pada Februari yang memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan lembaga federal untuk mendeklasifikasi catatan terkait UFO, UAP, serta dugaan pertemuan dengan makhluk luar angkasa.

Kesimpulan: Antara Klaim dan Bukti

Peneliti UFO menyebut memo FBI ini sebagai salah satu berkas paling dramatis yang dirilis sejauh ini. Namun, pejabat dan skeptis memperingatkan bahwa catatan-catatan tersebut tidak membuktikan keberadaan kehidupan alien. Memo tersebut sebagian besar merangkum klaim, laporan, dan kesaksian saksi, bukan bukti yang telah dikonfirmasi. Pejabat berulang kali menyatakan bahwa penampakan historis tidak boleh dianggap sebagai bukti kehidupan luar angkasa atau teknologi non-manusia yang canggih.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar