Operasi Polisi di Rio de Janeiro Tewaskan 119 Orang, Termasuk 4 Anggota Polisi
Operasi besar-besaran polisi Brasil di Rio de Janeiro menewaskan sedikitnya 119 orang, termasuk 4 anggota polisi, menurut laporan terbaru. Jumlah korban tewas ini hampir dua kali lipat dari laporan awal yang menyebutkan 60 korban jiwa dalam penggerebekan terhadap jaringan narkoba tersebut.
Skala Operasi dan Tuduhan terhadap Geng Narkoba
Sekitar 2.500 personel polisi diterjunkan dalam operasi bergaya militer di kawasan Penha Complex dan Alemao Complex, wilayah utara Rio. Aparat menggunakan kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone selama operasi. Polisi menuduh geng narkoba Comando Vermelho melakukan penembakan terhadap aparat, memasang barikade di dalam bus, hingga mengoperasikan drone yang dimuati bahan peledak.
Kritik dan Tuduhan Pelanggaran HAM
Warga setempat menuduh polisi melakukan eksekusi brutal selama operasi. "Negara datang untuk pembantaian, bukan operasi polisi. Mereka datang untuk membunuh," ungkap seorang perempuan kepada AFP. Aktivis HAM Raul Santiago menambahkan, "Banyak orang ditembak di belakang kepala dan punggung. Ini tidak bisa dianggap sebagai keselamatan publik."
Respons Pemerintah dan PBB
Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski mengungkapkan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva merasa "ngeri" mendengar banyaknya korban jiwa. Pemerintah federal juga terkejut karena operasi sebesar itu dilakukan tanpa sepengetahuan mereka. Lewandowski menekankan perlu penyelidikan terhadap tindakan aparat di lapangan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menyatakan keprihatinan mendalam melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric. PBB menekankan bahwa penggunaan kekuatan oleh polisi harus mematuhi hukum dan standar hak asasi manusia internasional, serta mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh.
Pembelaan Pemerintah Rio
Gubernur Negara Bagian Rio Claudio Castro membela operasi tersebut dengan menegaskan semua korban adalah penjahat dan tidak ada warga sipil yang tewas. "Saya rasa tidak ada orang yang berjalan-jalan di hutan pada hari konflik," katanya. Castro menyebut aksi geng narkoba sebagai bentuk "narkoterorisme" yang harus ditindak tegas.
Konteks Kekerasan Polisi di Brasil
Kekerasan dalam operasi polisi bukan hal baru di Brasil. Data tahun 2024 menunjukkan sekitar 700 orang tewas dalam operasi polisi di Rio, atau rata-rata dua orang per hari. Kritik juga muncul karena operasi besar seperti ini sering terjadi menjelang acara internasional penting.
Rio de Janeiro dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT Walikota Dunia C40 dan Penghargaan Earthshot Pangeran William pekan depan, disusul KTT Iklim PBB COP30 di Belem pada 10 November mendatang.
Artikel Terkait
Keheningan Media Sosial Yair Netanyahu Picu Rumor Liar soal PM Israel
Klaim Dokumen Rahasia CIA Soal Imam Mahdi Viral, Belum Ada Konfirmasi Resmi
Israel Bantah Klaim Kematian Netanyahu yang Viral di Media Sosial
IRGC Ancam Perluas Target Serangan ke Kantor Perusahaan AS di Timur Tengah