Anggota DPR Kritik Pembangunan Bendungan Era Jokowi: Proyek Tanpa Manfaat Optimal?
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Mori Hanafi, menyoroti dengan keras perencanaan pembangunan proyek infrastruktur bendungan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Mori, pemerintahan sebelumnya dinilai hanya fokus pada pembangunan fisik proyek bendungan tanpa didukung oleh perencanaan yang matang. Akibatnya, banyak bendungan yang telah dibangun tidak memberikan nilai manfaat yang optimal hingga saat ini.
Dalam rapat kerja dengan Menteri Pekerjaan Umum, Mori menyampaikan kritik pedasnya. "Menurut pandangan saya, rezim yang lama itu jahat. Dia bangunnya itu kan urusan proyek, pendekatan proyek, dia enggak peduli itu barang enggak bisa dipakai. Bisa kita bayangkan, di semua tempat di NTB bendungan enggak bisa dipakai karena enggak ada jaringan irigasinya," jelasnya.
Contoh Nyata: Bendungan Tanju di NTB
Mori memberikan contoh konkret mengenai pembangunan Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek ini disebut menelan biaya yang sangat besar, lebih dari Rp1 triliun. Namun, meskipun anggaran fantastis telah dikeluarkan, bendungan tersebut belum dapat dimanfaatkan dan masih terkendala masalah agraria.
"Di Bendungan Taju yang [sempat] Bapak [Menteri PU] datangi itu, bayangkan, kita keluar duit Rp1 koma sekian triliun. Ada dua bendungan, sampai sekarang enggak bisa dipakai dan tanahnya bermasalah," ungkap politikus Nasdem tersebut.
Pelajaran untuk Masa Depan: Pembangunan Harus Lebih Selektif
Melihat pengalaman ini, Mori menekankan pentingnya selektivitas dalam perencanaan pembangunan bendungan di masa yang akan datang. Dia menilai biaya pembangunan bendungan sangat mahal, sehingga perhitungan manfaatnya harus dilakukan secara komprehensif dan matang.
Lebih lanjut, Mori mengusulkan agar pembangunan bendungan ke depan tidak hanya berfokus pada satu fungsi. Pembangunan harus dikaitkan dengan berbagai fungsi lain yang dapat memaksimalkan manfaatnya, seperti:
- Pengendalian banjir
- Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
- Pengembangan perikanan
- Pengembangan pariwisata
"Kalau cuma dibangun bendungan dan jaringan irigasinya, bayangkan habis berapa uang [APBN] kita?" pungkasnya, menegaskan pentingnya efisiensi dan perencanaan yang holistik dalam penggunaan anggaran negara untuk proyek infrastruktur strategis.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus eTilang Palsu, Lima Tersangka Diamankan Diduga Dikendalikan dari China
PDIP Buka Data: 29% Anggaran Pendidikan Nasional Dialokasikan untuk Makan Bergizi Gratis
Dokumen Wawancara Saksi Kunci Kasus Epstein Dilaporkan Hilang dari Arsip Kehakiman AS
Ibu Tiri di Sukabumi Jadi Tersangka Penganiayaan hingga Tewaskan Anak Tirinya