Istana Akhirnya Buka Suara soal Kritik Dino Patti Djalal: Setiap Perjalanan Luar Negeri Prabowo Punya Azas Manfaat

- Senin, 01 Juni 2026 | 04:25 WIB
Istana Akhirnya Buka Suara soal Kritik Dino Patti Djalal: Setiap Perjalanan Luar Negeri Prabowo Punya Azas Manfaat
PARADAPOS.COM - Istana akhirnya angkat bicara menanggapi kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang menyoroti tingginya intensitas perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M. Qodari, pemerintah menyampaikan apresiasi atas masukan tersebut seraya menegaskan bahwa setiap kunjungan kenegaraan memiliki azas manfaat yang jelas bagi kepentingan bangsa. Sorotan ini muncul setelah Prabowo baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Prancis dan bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron.

Respons Istana: Terima Kasih atas Masukan

Dalam keterangannya di sela-sela jumpa pers di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026), Qodari mengawali pernyataannya dengan nada terbuka. Ia mengaku bersyukur atas setiap saran yang datang, terutama jika relevan dengan kinerja pemerintahan saat ini. "Yang pertama kita terimakasih atas masukan dan saran ya, apalagi memang kalau relevan," kata Qodari saat ditemui awak media. Ia kemudian menekankan bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo yang belakangan ini cukup padat bukanlah tanpa perhitungan. Setiap langkah yang diambil, menurutnya, selalu mempertimbangkan keuntungan bagi negara. "Pasti azas manfaat menjadi suatu yang utama bagi Presiden dalam mengambil langkah-langkah, termasuk soal ke luar negeri. Manfaat itu dalam pengertian untuk bangsa dan negara," ujarnya.

Kunjungan ke Prancis Sudah Dijadwalkan Jauh Hari

Qodari juga menjelaskan bahwa perjalanan Prabowo ke Prancis bukanlah agenda mendadak. Kunjungan tersebut merupakan balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya. Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya hubungan diplomatik yang saling menghormati dan berkelanjutan. "Dan ada banyak aspek yang, ada banyak aspek kerjasama yang dibahas di sana. Mulai dari alutsista sampai ke logam (tanah) jarang," jelasnya. Ia menambahkan bahwa cakupan kerja sama yang dibahas sangat luas, tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan tetapi juga mencakup sumber daya strategis seperti logam tanah jarang yang bernilai tinggi.

Kedekatan Prabowo dengan Pemimpin Dunia Jadi Nilai Tambah

Lebih jauh, Qodari menyoroti faktor personal yang menurutnya menjadi keunggulan tersendiri bagi pemerintahan saat ini. Sosok Prabowo, kata dia, sudah cukup dikenal dan memiliki kedekatan dengan sejumlah pemimpin negara di dunia. "Itu merupakan salah satu kelebihan dari Pak Prabowo yang patut kita syukuri. Karena ketika kita memerlukan dukungan dalam hal-hal yang sifatnya krusial, hal tersebut bisa kita dapatkan," tuturnya. Ia pun membandingkan posisi Indonesia dengan negara lain yang belum tentu memiliki akses serupa. "Sementara negara lain kan belum tentu bisa mendapatkan itu. Saya kira itu sih," sambung Qodari.

Soal Anggaran, Istana Bersikap Santai

Saat disinggung mengenai sorotan publik yang mengaitkan intensitas perjalanan dinas ini dengan potensi pemborosan anggaran, Qodari menanggapinya dengan santai. Ia tidak memberikan bantahan keras, melainkan lebih memilih untuk mengarahkan diskusi kembali pada substansi manfaat dari setiap kunjungan. Suasana di lokasi jumpa pers tampak cair. Para wartawan yang hadir mencatat setiap pernyataan dengan saksama, sementara Qodari sesekali tersenyum saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sedikit menjurus ke arah kritik. Ia tampak berusaha menjaga nada bicara tetap tenang dan diplomatis, mencerminkan sikap pemerintah yang ingin tetap terbuka terhadap masukan namun tetap teguh pada kebijakan yang diambil.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar