Puting Beliung Terjang Desa Penyaringan Jembrana Bali: Dampak Kerusakan & Kronologi Lengkap

- Rabu, 10 Desember 2025 | 03:25 WIB
Puting Beliung Terjang Desa Penyaringan Jembrana Bali: Dampak Kerusakan & Kronologi Lengkap
Puting Beliung Terjang Jembrana Bali, Rusak Bangunan Warga - Laporan Lengkap

Puting Beliung Menerjang Jembrana Bali, Bangunan Warga Rusak

Lokasi: Banjar Temples, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali | Waktu: Selasa, 9 Desember 2025 Sore Hari

Sebuah angin puting beliung dilaporkan menerjang kawasan pesisir selatan Kabupaten Jembrana, Bali. Kejadian ini terjadi di Banjar Temples, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo pada Selasa sore, 9 Desember 2025. Fenomena alam ini berhasil terekam dalam video oleh warga setempat.

Dampak Kerusakan: Angin kencang berputar tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Atap usaha pembibitan tambak udang dan satu rumah warga mengalami kerusakan. Meski menimbulkan kepanikan, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa.

Kronologi Kejadian Puting Beliung di Bali

Berdasarkan rekaman video, angin puting beliung terlihat berawal dari tengah laut sebelum bergerak menuju daratan. Kecepatan angin yang tinggi menyebabkan kerusakan material, terutama pada bagian atap bangunan.

Putu Ardana, seorang saksi mata, mengungkapkan kekagetannya. "Angin puting beliung itu dari arah laut, lama-kelamaan angin itu menuju daratan setelah itu masuk ke tambak udang pembibitan. Ternyata rumah biang juga kena," ujarnya.

Respons Cepat Pemerintah Desa dan Warga

Kepala Desa Penyaringan, Made Dresta, segera memimpin upaya penanganan pascabencana. Gotong royong yang melibatkan aparat kecamatan, TNI, Polri, dan masyarakat setempat langsung digelar untuk membersihkan lokasi.

"Kerusakan kena angin, rata-rata di atap tapi kalau bangunannya masih utuh semua," jelas Made Dresta. Fokus utama adalah membersihkan puing-puing atap yang berserakan untuk mengembalikan kondisi lingkungan dan mencegah risiko lanjutan.

Kesimpulan

Kejadian angin puting beliung di Jembrana, Bali ini menjadi pengingat akan potensi cuaca ekstrem. Kerja sama yang solid antara pemerintah desa, aparat, dan warga terbukti efektif dalam penanganan awal bencana untuk meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar